Selasa, 24 Mei 22

Mentan Ancam Daerah Yang Tak Mampu Tingkatkan Produksi Padi

Mentan Ancam Daerah Yang Tak Mampu Tingkatkan Produksi Padi

Padang, Obsessionnews – Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Andi Amran Sulaiman mengancam tidak akan mengalokasikan anggaran pangan dan pertanian kepada pemerintah daerah yang tidak mampu meningkatkan produksi beras 5 persen setiap tahun.

“Kita punya target swasembada beras 10 juta ton dalam tiga tahun. Untuk mendukung itu, pemerintah telah mengucurkan anggaran berlipat-lipat ke daerah. Kalau ada yang ternyata tidak mampu, anggaran bantuannya akan kita nolkan, kita alihkan ke daerah yang mampu meningkatkan produksi beras. Ini adil,” kata Amran Sulaiman ketika membuka acara Gelar Pangan Nasional 2015 di lapangan Tarandam, Padang, Selasa (15/9).

Amran Sulaiman menjelaskan, dalam mewujudkan swasembada beras terdapat lima permasalahan, mulai dari distribusi pupuk yang lambat, benih yang terlambat masuk, kerusakan irigasi, kekurangan tenaga penyuluh, hingga kurangnya alat produksi pertanian. Persoalan itu secara berangsur-angsur telah dapat diselesaikan.

“Hampir di seluruh daerah dulu mengeluhkan distribusi pupuk, sekarang keluhan sudah berkurang, oknum pengoplos pupuk sudah kita tangkap, ada 40 an orang pelakunya. Begitu pula dengan benih. Irigasi seluas 33 Hektar rusak, sebagian sudah kita perbaiki. Kekurangan tenaga penyuluh kita minta bantuan babinsa TNI. Alat pertanian sudah kita kirim ke daerah yang jumlahnya saat ini mencapai 60 ribu unit. Tinggal lagi keseriusan daerah dan petani untuk mengubah pola pikir dalam bertani,” ujar Amran.

Acara Gelar Pangan Nusantara, Andi Amran Sulaiman memberikan penghargaan kepada 8 Kabupaten/Kota di Sumatera Barat yang mampu meningkatkan produksi beras 5 persen setiap tahun. Kabupaten/Kota dimaksud masing-masing, Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Dharmasraya, Pesisir Selatan, Kepulauan Mentawai, Bukittinggi, dan Kota Solok. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.