Kamis, 9 Desember 21

Mensos Fokus Upaya Rehabilitasi Sosial Bagi Korban Narkoba

Mensos Fokus Upaya Rehabilitasi Sosial Bagi Korban Narkoba
* Rehabilitasi: Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyapa anak-anak yang sedang menjalani rehabilitasi sosial di Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Lingkar Harapan Banua Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (19/9/2016).

Banjarmasin, Obsessionnews – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, sesuai tugas pokok dan fungsi Kementerian Sosial (Kemensos) fokus dalam upaya pelayanan rehabiltiasi sosial terhadap korban penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

“Soal obat dan pengawasan itu merupkan domain Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan. Sedangkan, kami fokus dalam upaya pelayanan rehabilitasi sosial terhadap korban narkoba, ” ujar Mensos saat kunjungan di Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Lingkar Harapan Banua Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin malam (19/9/2016).

Dalam mengatasi narkoba, kata Mensos, upaya pencegahan sangat penting daripada merehabiliasi korban penyalahgunaan narkoba. Sebab, persoalan di hulu mesti mendapatkan perhatian serius dari semua pihak terkait.

“Saat ini, tidak sedikit pihak yang masih fokus dengan urusan di hilir. Padahal, persoalan hilir itu merupakan dampak dari persoalan di hulu, ” ucapnya.

Persoalan narkoba tidak sebatas korban dan pemulihan. Namun, sudah menjadi bahaya laten yang mengancam kedaulatan bangsa, seharusnya generasi muda itu produktif tapi karena narkoba dibuat kontraproduktif.

“Luar biasa sekali dampak yang ditimbulkan narkoba, tidak hanya menjadikan generasi muda menjadi kontraproduktif, tapi lebih jahat lagi menyerang semua kalangan dan latar belakang sosial, ” tandasnya.

mensos-di-banjarmasin-1

Berbagai varian dan jenis dari narkoba cepat sekali masuk ke Indonesia. Misalnya, ada yang berbentuk kertas tisu, perangko, atau ada yang menggunakan dari bunga kecubung, kangkung dan jamur.

“Begitu banyak varian dan jenis narkoba yang masuk ke Indonesia. Tentu saja, upaya pencegahan pun terhadap bahaya narkoba harus lebih canggih dan inovatif lagi, ” katanya.

Upaya rehabilitasi sosial terhadap korban penyalahgunaan narkoba dilaksanakan di IPWL di seluruh Indonesia. Tahun lalu, ada 116 dan tahun 2016 ada tambahan 42, sehingga menjadi total 160 IPWL.

“Di Kalimantan Selatan ini, ada dua lembaga yang memberikan layanan terhadap rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba yang didukung kanselor dan pekerja sosial (peksos), ” tandasnya.

Kemensos menyapa dan tidak hanyak aktif dalam upaya pencegahan narkoba. Tetapi klien yang sedang menjalani rehabilitasi itu diberikan pelatihan kejuruan (vocational training) untuk bekal hidup mereka.

“Tugas merehabilitasi itu tidak sembarangan orang, sebab ada Standard Operating Procedures (SOP) pelaksanaannya. Setiap peksos sebelum memberikan layanan mesti tersertifkasi ditambah ada magang,” katanya. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.