Sabtu, 25 September 21

Menpora Tunggu Aparat Usut Suap dan Skandal PSSI

Menpora Tunggu Aparat Usut Suap dan Skandal PSSI
* Menpora Imam Nahrawi menunggu aparat hukum bergerak mengungkap dugaan suap dan skandal di PSSI. (goal.com)

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengungkapkan, pihaknya menunggu aparat hukum bergerak untuk membongkar adanya dugaan suap, dan skandal pengaturan skor di persepakbolaan Indonesia.

Imam Nahrawi menyebutkan permasalahan sepakbola di Indonesia sudah tersistematis.

Sejak terjadinya kisruh sepakbola nasional, Menpora berkali-kali mengatakan dirinya telah menerima laporan dari berbagai pihak mengenai dugaan suap, dan pengaturan skor.

Pernyataan itu juga yang menjadi salah satu pemicu kementeriannya membekukan PSSI. Namun hingga saat ini, belum ada satu pun dari tuduhan tersebut yang diungkapkan.

“Kita tunggu aja aparat hukum yang menyelesaikannya, itu bukan kapasitas kita. Tapi jelas banyak fakta pengaduan terkait pengaturan skor,” ujar Menpora ketika menghadiri JCI Indonesia Creative Young Entrepreneurs Award di Denpasar kemarin.

Imam menambahkan, pencidukan sejumlah petinggi FIFA beberapa hari lalu makin membulatkan langkahnya dalam membenahi PSSI.

“Sekarang tanpa kita sangka ternyata muncul sendiri kan ke permukaan [skandal suap di FIFA],” kata Nahrawi.

“Ini hanya kebetulan saja. Kita ingin melakukan perubahan. Sesungguhnya telah terjadi masalah yang sangat sistematis.

Pemilihan presiden FIFA -dan Sepp Blatter akan kembali mencalonkan diri- tetap akan dilaksanakan. (goal.com)
Pemilihan presiden FIFA -dan Sepp Blatter akan kembali mencalonkan diri- tetap akan dilaksanakan. (goal.com)

 

Sponsor Cemaskan Korupsi FIFA
Para sponsor memperingatkan akan mengkaji kerja sama terkait penangkapan sejumlah pejabat tinggi FIFA atas dakwaan korupsi.

Visa menyatakan akan mengkaji ulang pensponsoran kecuali FIFA melakukan sejumlah perubahan, sementara Coca-Cola dan Adidas menyampaikan kekhawatiran mereka.

Badan sepak bola Eropa UEFA akan memutuskan apakah akan memboikot pemungutan suara pemilihan presiden FIFA pada hari Jumat (29/5).

Tujuh pejabat tinggi FIFA ditangkap atas dakwaan korupsi pada hari Rabu (27/5).

FIFA untuk sementara waktu melarang dilakukannya kegiatan terkait sepak bola terhadap 11 dari 14 orang yang didakwa Amerika Serikat, kemarin.

Mereka dituduh melakukan pemerasan, pemalsuan dan pencucian uang.

Tetapi pemilihan pada hari Jumat, dengan Presiden FIFA Sepp Blatter kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan yang kelima, tetap akan dilaksanakan.

Sehari setelah penangkapan para pejabat FIFA itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond, mengatakan kepada BBC terjadi “sesuatu yang sangat salah di pusat FIFA dan sepak bola dunia perlu melakukan reformasi, perlu memperbaiki diri.”

Sementara Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius mengatakan penangkapan tersebut ‘memberikan citra yang merusak’ terhadap FIFA. (goal.com)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.