Rabu, 23 September 20

Menparekraf Ajak Anak Milenial Optimistis Hadapi Masa Depan New Normal

Menparekraf Ajak Anak Milenial Optimistis Hadapi Masa Depan New Normal
* Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio. (Foto: Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengajak anak muda generasi Z dan milenial untuk tetap optimistis menghadapi perubahan perilaku manusia (new normal) termasuk perubahan perilaku berwisata.

Dia mengatakan, situasi pandemi Covid-19 ini memang tidak mudah bagi pariwisata untuk bertahan atau berkembang, apalagi seluruh dunia merasakannya.

Menurut Wishnutama, sektor pariwisata paling terdampak karena pariwisata tergantung pada kunjungan orang. Sedangkan saat ini tidak memungkinkan dilakukan kunjungan.

“Yang terpenting, adalah kita harus optimistis pada masa depan kita. Kita meyakini pascapandemi masa depan pariwisata kita akan luar biasa,” ujar Wishnutama dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/5/20202).

Dia menambahkan, untuk jadi pemenang jangan ada sifat pesimistis. Pemenang mencari kesempatan, bukan kekurangan. “Buat generasi muda, ayo cari apa kesempatan yang ada. Hal ini tidak bisa dipelajari, tapi harus dicari sendiri,” katanya.

Wishnutama menjelaskan, sebetulnya sebelum pandemi Covid-19, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menyusun berbagai skenario strategis yang sifatnya sangat dasar dalam rencana kerja tahun 2020 seperti fasilitas wisata yang sesuai standard higienitas, kebersihan toilet, keselamatan, keamanan.

Namun dalam masa pandemi ini, pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian atau lembaga sekuat tenaga mencari cara untuk mempercepat langkah pemulihan sektor parekraf. Karena negara lain juga akan berusaha keras untuk mendatangkan wisatawan.

“Untuk tahap awal kita akan coba mendorong wisatawan nusantara dulu, baru kita datangkan wisatawan mancanegara,” katanya.

Seperti diketahui, pandemi COVID-19 telah membuat perilaku manusia yang baru (new normal) yang berbeda dan berubah dari perilaku sebelumnya.

Perilaku yang jauh lebih peduli terhadap kesehatan dengan selalu menggunakan masker, rutin mencuci tangan, menjaga kekebalan tubuh, olahraga, makan makanan bergizi, hingga selalu menjaga jarak aman untuk menghindari rantai penularan Covid-19. Perubahan perilaku tersebut juga kemungkinan besar akan terjadi pada wisatawan saat berkunjung ke destinasi.

New normal tersebut ternyata inline dengan apa yang sudah dipersiapkan Kemenparekraf. Sangat dasar, ditambah dengan protokol-protokol kesehatan yang sedang dipersiapkan. Seperti protokol kesehatan di bandara, restoran, hotel, tempat hiburan, bioskop, juga terus dipersiapkan. Karena kita juga ingin perekonomian harus tetap berjalan, harus tetap sustainable.

“Untuk itu antisipasi kebutuhan menghadapi new normal, yang harus dipersiapkan salah satunya adalah kebutuhan dasar,” kata Wishnutama.

New normal berikutnya, lanjut Wishnutama, adalah era digital. Dimana era digital saat ini sangat terakselerasi dengan cepat. Ia menjelaskan, dalam kondisi seperti ini semua orang dipaksa melakukan aktivitas secara digital. Yang artinya, ada potensi digitalisasi yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.

“Di sektor parekraf banyak potensi itu. Dan kita akan membuka ruang-ruang diskusi untuk itu. Yang penting di era digital, adalah bagaimana bangsa Indonesia menguasai ekosistem digital, itu yang bisa membuat kita menang. Yang juga penting adalah data,” jelasnya.

Bahkan, menurut Wishnutama, saat ini data sangat berharga dibandingkan minyak. “Minyak bisa habis digunakan, sedangkan data terus berkembang dan bisa dipakai sampai kapanpun,” ungkapnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.