Kamis, 3 Desember 20

Menpar Semakin Gencar Promosikan Semarang Sebagai Destinasi Wisata Berkelas Dunia

Menpar Semakin Gencar Promosikan Semarang Sebagai Destinasi Wisata Berkelas Dunia
* Menteri Pariwisata Arief Yahya mengunjungi Spiegel Resto & Bar di Kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (22/6/2019). (Foto: Kemenpar)

Semarang, Obsessionnews.com – Banyak daerah di Indonesia yang gencar mempromosikan objek-objek wisata unggulannya agar dikunjungi wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. Pariwisata memang menjadi salah satu program primadona bagi daerah-daerah tersebut karena dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berandil besar membantu mempromosikan daerah-daerah itu.

Salah satu daerah yang mendapat perhatian Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya adalah Kota Semarang, ibu kota Jawa Tengah. Arief semakin gencar mempromosikan Semarang, dengan beragam daya tariknya sebagai destinasi wisata berkelas dunia.

Menurut Arief, Semarang saat ini sudah memiliki banyak atraksi wisata menarik dan memiliki konsep wisata yang Instagrammable.

Dalam kunjungan kerja di Semarang pada Sabtu (22/6/2019), berkeliling ke Kawasan Kota Lama didampingi oleh pejabat Eselon 1 dan Eselon 2 Kementerian Pariwisata, bersama Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinoeng Noegroho Rachmadi, serta Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari.

Arief tiba di Kawasan Kota Lama Semarang sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung menuju ke Spiegel Resto & Bar untuk melakukan diskusi ringan.

Kota Lama Semarang adalah kawasan yang menjadi pusat perdagangan pada abad 19-20. Kawasan Kota Lama Semarang disebut juga Outstadt yang memiliki luas sekitar 60 hektare.

“Kota Lama adalah kawasan yang sangat instagrammable. Paling diburu kaum milenial. Di sini banyak sekali bangunan bersejarah,” ujar Arief.

Dikutip obsessionnews.com dari keterangan tertulis Kemenpar, Sabtu, disebutkan lokasi lain yang dikunjunginya adalah Gedung Marba yang merupakan peninggalan kolonial Belanda. Gedung yang sudah berusia lebih dari 100 tahun ini sering dijadikan latar belakang untuk pengambilan gambar beberapa film dan iklan.

Arief sempat melakukan promosi lewat vlog di depan Gedung Marba yang mengajak wisatawan untuk datang ke Kota Semarang.

Selanjutnya dia juga mengunjungi Gedung Out The Trap, bangunan kuno yang secara fisik berciri khas kan berupa tangga putar dari besi.

Kemudian ia menuju ke Taman Srigunting yang menjadi landmark Kota Semarang. Lokasi lain yang disinggahi Menpar adalah Gereja Blenduk. Gedung ini dibangun masyarakat Belanda pada tahun 1753. Nama blenduk merupakan julukan dari masyarakat sekitar yang artinya kubah.

Salah satu spot foto instagrammable yang tidak dilewatkan oleh Arief adalah Pohon Akar, di mana akar pohon tersebut menempel pada bangunan tua. Terakhir ia melihat kerajinan di Galery UMKM.

Setelah puas berkeliling Kota Lama ia langsung menuju ke destinasi Lawang Sewu. Di tempat tersebut Arief disambut oleh Kasi Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Semarang Haryadi, dan Direktur Utama PT KAI Totok Suryono.

Lawang Sewu adalah gedung bersejarah yang dulunya merupakan kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada 1904 dan selesai pada 1907 yang terletak di bundaran Tugu Muda. Setelah kemerdekaan, Lawang Sewu dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI), atau sekarang dikenal dengan PT. Kereta Api Indonesia (KAI).

Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu karena bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak atau ribuan, meskipun kenyataannya jumlah pintunya tidak mencapai seribu.

Berkelas Dunia

Menyadari besarnya potensi pariwisata di kawasan Kota Lama, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti meminta dukungan Arief agar Kota Lama mendapatkan status “World Heritage City”.

Kawasan Kota Lama Semarang, kata Hevearita, saat ini sudah bersih dari bangunan liar dan tidak kumuh lagi. Dengan luas sekitar 60 hektare dan 117 bangunan cagar budaya, saat ini 80 persen bangunan di Kota Lama Semarang sudah direvitalisasi.

“Kami berharap Menpar bisa membantu menggelar banyak atraksi di Kota Lama sebagai dukungan. Karena kami ingin destinasi Kota Lama menjadi berkelas dunia,” kata Hevearita.

Permintaan itu disambut sangat positif Arief. Menurutnya, jika ingin menjadikan Kota Lama sebagai destinasi kelas dunia, maka harus menggunakan benchmark profesional yang sudah berkelas dunia.

Yang tak kalah penting, lanjutnya, perlu dibuat Integrated Tourism Masterplan.

“Buat tim, libatkan Kementerian Pariwisata, kami akan dukung untuk mendapatkan status UNESCO World Heritage,” tegasnya. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.