Jumat, 30 Oktober 20

Menlu Prancis Nilai Menlu Inggris Boris Penipu

Menlu Prancis Nilai Menlu Inggris Boris Penipu
* Jean-Marc Ayrault mengatakan Prancis perlu rekan berunding yang bisa dipercaya dan bisa diandalkan. (BBC)

Paris – Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Marc Ayrault, mengatakan mitranya dari Inggris, Boris Johnson, adalah seorang penipu yang ‘tak punya banyak pilihan’.

Dalam wawancara dengan Radio 1 Europe, Ayrault mengatakan Johnson menipu rakyat Inggris saat kampanye referendum Uni Eropa dan kini berada dalam tekanan untuk ‘membela negaranya’.

Dia menambahkan Prancis perlu rekan berunding yang bisa dipercaya dan bisa diandalkan.

Boris Johnson merupakan salah satu tokoh penting dari kubu yang mengkampanyekan agar Inggris ke luar dari Uni Eropa.

Penunjukan Boris Johnson sebagai menlu mengejutkan sejumlah pihak. (BBC)
Penunjukan Boris Johnson sebagai menlu mengejutkan sejumlah pihak. (BBC)

Mantan wali kota London ini awalnya diperkirakan akan ikut mencalonkan diri menjadi Ketua Partai Konservatif, yang sekaligus menjabat perdana menteri menggantikan David Cameron, yang mundur setelah hasil referendum memutuskan Inggris meninggalkan Uni Eropa.

Namun karena kurangnya dukungan, dia kemudian memutuskan untuk tidak ikut mencalonkan diri.

Penunjukannya sebagai menteri luar negeri dalam kabinet pimpinan Theresa May mengejutkan sejumlah pihak karena sebelumnya dia terkenal dengan komentar-komentar yang tidak diplomatis dan bahkan menyinggung.

“Saya tidak khawatir dengan Boris Johnson namun Anda tahu gayanya, metodenya pada masa kampanye -dia menipu rakyat Inggris,” kata Ayrault seperti dilansir BBC.

Johnson sendiri tidak terlalu serius menanggapi komentar Ayrault dengan mengatakan ‘beberapa lapisan semen jatuh dari langit-langit kantor kanselir Eropa’.

“Itu (hasil referendum) bukan yang mereka harapkan dan mereka menyampaikan pandangan dengan terus terang serta bebas.”

Dia mengatakan bahwa menteri luar negeri Prancis sudah lebih dulu mengirim surat kepadanya dengan mengatakan menanti untuk bekerja sama. (BBC)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.