Rabu, 30 September 20

Menlu Bantah Belanda dan Basil Tarik Dubesnya

Menlu Bantah Belanda dan Basil Tarik Dubesnya

Jakarta – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meluruskan pemberitaan media massa yang menyebut Belanda dan Brasil telah menarik duta besar masing-masing pasca eksekusi mata dua warga negaranya yakni Ang Kiem Soei alias Kim Ho alias Ance Tahir alias Tommi Wijaya (WN Belanda) dan Marco Archer Cardoso Moreira (WN Brazil).

“Jadi memang ini ada istilah yang memang harus diluruskan ya, karena beberapa teman-teman mengatakan penarikan Dubes,” ujar Retno di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/1/2015).

Retno menjelaskan, yang sebenarnya adalah para Dubes dipanggil pulang ke ibu kota negara masing-masing untuk melakukan konsultasi. “Yang terjadi adalah pemanggilan ke capital untuk melakukan konsultasi,” jelas Retno.

Pemanggilan itu kata Retno sudah dikomunikasikan sebelumnya. Jadi menurutnya tidak ada masalah yang perlu dikhawtirkan dari langkah kedua negara.

“Kami sudah terima informasi dan tadi pagi saya sudah menerima notifikasi dari Kedubes Belanda di Jakarta mengenai pemanggilan dubesnya ke capital untuk melakukan konsultasi,” terang dia.

Retno menegaskan tidak ada yang salah dengan eksekusi mati para terpidana kasus narkotika. Hukum positif di Indonesia juga memberi ruang adanya penjatuhan hukuman itu, maka ia meminta negara lain harus menghormati.

“Kami tidak pernah bertentangan dengan negara lain, dan ini masalahnya adalah law enforcement dari sebuah negara berdaulat untuk memerangi kejahatan serius,” katanya.

Apalagi kata dia, Indonesia sedang berada dalam situasi darurat narkotika maka perlu ada langkah-langkah tegas dari pemerintah untuk melindungi warganya dari ancaman barang haram tersebut.

“Kejahatan narkotika yang kalau kita lihat dari data semuanya menunjukkan kita dalam situasi yang darurat,” tutur dia. (Has)

Related posts