Jumat, 3 Februari 23

MenkopUKM Benarkan Sektor Perikanan Terkena Dampak Covid-19

MenkopUKM Benarkan Sektor Perikanan Terkena Dampak Covid-19
* MenkopUKM, Teten Masduki saat menjawab pertanyaan awak media doorstop (foto : Ist)

Jakarta, Obsessionnews.com – Terwujudnya ekosistem perikanan yang terintegrasi mulai dari hulu sampai hilir diharapkan bisa membangkitkan lagi industri perikanan rakyat di tengah pandemi. Karena dalam ekosistem itu ditawarkan solusi mulai dari permodalan, sampai offtaker atau pemasaran.

“Sebagai salah satu sektor prioritas, sektor perikanan menyimpan potensi yang besar. Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan ada 2,3 juta nelayan dan 4 juta orang pembudidaya, dimana 96 persennya adalah nelayan tradisional,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam sambutannya pada webinar “Solusi Pembiayaan dan Pemasaran Perikanan di Tengah Pandemi, Kamis (7/10/2020).

Teten mengatakan sektor perikanan juga terkena dampak dari Pandemi Covid -19 seperti membengkaknya biaya produksi baik maupun biaya budidaya di sektor hulu. Sementara di sektor hilirnya, pasar tak mau menyerap secara optimal hasil perikanan dan menurunnya daya beli masyarakat. Selain itu biaya angkut dan logistik yang juga naik.

“Kami berupaya memberikan dukungan dan bantuan baik di hulu sampai hilir. Misalnya pembiayaan permodalan melalaui KUR, PNM maupun ultra mikro dan LPDB dengan dana PEN sampai Rp1 triliun. Sementara yang unbankable juga disiapkan bantuan produktif usaha mikro sebesar Rp2,4 juta bagi 12 juta pelaku usaha mikro,” ujar Teten.

Teten Masduki mengakui mayoritas nelayan maupun petani memiliki skala usaha yang kecil sehingga gampang terpapar jika ada krisis. “Karena itu saya mendorong nelayan dan petani untuk mendirikan koperasi agar memiliki skala usaha bisnis sehingga lebih efisien dan lebih mudah bagi pemerintah dalam memberikan pendampingan,” lanjut Teten.

Sejauh ini ada 13.819 koperasi pertanian dan nelayan atau 11 ,23 persen dari jumlah koperasi. Sedang dari omset, koperasi pertanian ini memberikan kontribusi 7,27 persen dari koperasi secara keseluruhan.

Dalam webinar itu juga ada kesamaan dari peserta, dibutuhkan adanya ekosistem perikanan dari hulu sampai hilir sehingga masalah perikanan bisa digarap secara lebih intensif dan memberikan hasil yang optimal.

“Apalagi kita sudah memasuki dunia digital, dibutuhkan ada ekosistem perikanan yang bisa menjembatani permasalahan dari permodalan, off taker Sampai Pemasaran. Kami di PT perikanan Nusantara juga sudah menyiapkan membuka resi gudang yang akan menampung hasil-hasil perikanan,” kata Dirut PT Perinus Farida Mokodompit.

Di sektor pembiayaan, perbankan yang diwakili BRI dan BNI, LPDB KUMKM juga menyatakan kesiapannya membantu masalah pembiayaan perikanan.

“Kami siap membiayai nelayan di semua lini baik di usaha kecil menengah maupun korporasi,” kata Sis Apik Wijayanto Direktur Hubungan Kelembagaan BNI.

Sementara Supomo Dirut LPDB KUMKM mengatakan pihaknya akan konsentrasi membiayai koperasi koperasi nelayan. “Kalau anggotanya bisa dibiayai perbankan melalui KUR dan sebagainya,” ujarnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.