Sabtu, 6 Juni 20

Menkop Usulkan Pajak Koperasi Turun Jadi 0,25 Persen

Menkop Usulkan Pajak Koperasi Turun Jadi 0,25 Persen
* Menkop UKM Puspayoga memukul Gendang menandai pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM KUKM di Mataram, NTB, Senin (13/3/2017).

Mataram, Obsessionnews.com – Pemerintah sedang mengkaji seberapa besar pajak yang relevan untuk diterapkan pada usaha koperasi. Hal tersebut dinilai bisa menjadi insentif bagi koperasi dan usaha kecil agar dapat terus berkembang.

Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga mengusulkan penurunan pajak bagi pelaku KUMKM dari 1 persen menjadi 0,25 persen.

“Tidak boleh pajak koperasi disamakan dengan usaha yang lain . Itulah yang sedang kita kaji bersama saat ini,” ujar Puspayoga di Mataram, NTB, Senin (13/3/2017).

Puspayoga mengatakan, pertumbuhan ekonomi harus berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut dimungkinkan terjadi apabila koperasi dan UKM turut berperan dalam pembangunan ekonomi.

Karena itu, Kemenkop UKM berupaya mendorong peningkatan kualitas dan pengembangan koperasi dan usaha kecil salah satunya dengan menggodok regulasi terkait pajak koperasi.

Selain insentif pajak koperasi, peran pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas koperasi dan usaha kecil dinilai sangat besar. Pasalnya, saat ini banyak koperasi yang hanya sekedar papan nama saja dan tidak aktif beroperasi.

“Tidak boleh hanya papan nama saja, harus ada sumbangan koperasi bagi PDB,” ujarnya.

Puspayoga berada di Mataram, NTB untuk membuka acara Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM KUKM. Pelatihan diikuti sekitar 650 peserta dari berbagai kalangan.

Meliputi pemasyarakatan kewirausahaan, pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat nelayan dan perempuan, pelatihan perkoperasian bagi SDM koperasi, pelatihan kompetensi manajemen dan pariwisata bagi pemandu wisata, pelatihan pengelola tempat praktek ketrampilan usaha (TPKU), dan pelatihan vocational pada daerah tertinggal.

Selain akan memberikan pelatihan, pihaknya juga akan memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar kawasan pariwisata Mandalika agar bisa menerima dampak yang terjadi dari pengembangan pariwisata.

“Dampak positifnya adalah ekonomi masyarakat bisa berkembang, pengangguran menurun, kesejahteraan meningkat. Dampak negatifnya diantaranya masuknya budaya luar dan peredaran narkoba. Ini yang harus kita beri pemahaman agar bisa mengantisipasi ekses negatif,” tegas Puspayoga.

Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop dan UKM Prakoso BS menyatakan bahwa ada beberapa fokus yang dituju dari pelatihan ini. Diantaranya, kewirausahaan yang terkait dengan pariwisata, karena NTB (Lombok) merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia.

“Misalnya, pelatihan untuk mengelola desa wisata dan juga pemandu wisata yang ada di Lombok. Bukan kurang, tetapi akan kita tingkatkan kapasitas SDM-nya,” kata Prakoso.

Pelatihan ini juga menyasar nelayan dan perempuan agar mereka bisa mengelola hasil laut hingga memiliki nilai tambah di pasaran. Pelatihan vocational di daerah tertinggal di NTB pun menjadi target strategis Kemenkop dan UKM.

“TPKU-TPKU yang sudah ada di NTB juga jangan sekadar sebagai tempat latihan atau praktek saja, tapi juga harus mulai melihat dari segi bisnisnya,” pungkas Prakoso. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.