Selasa, 18 Januari 22

Menkop Optimis Target PDB Koperasi Meningkat Jadi 6 Persen pada 2019

Menkop Optimis Target PDB Koperasi Meningkat Jadi 6 Persen pada 2019
* Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menyerahkan bantuan program strategis yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi usaha mikro kecil anggota Aisyiyah dan bantuan permodalan dana bergulir dari LPDB KUMKM.

Surabaya, Obsessionnews.com – Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mentargetkan kontribusi koperasi terhadap PDB Nasional sebesar 6 persen pada 2019 mendatang. Menurut Puspayoga, bila kontribusi PDB koperasi terus meningkat, maka akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan kesejahteraan.

Pernyataan itu disampaikan Puspayoga dalam sambutan singkatnya saat membuka program Pelatihan Manajemen Organisasi dan Pengelolaan Koperasi bagi Koperasi Aisyiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jatim, Jumat (19/1/2018).

“Saya optimis itu bisa tercapai karena PDB koperasi mulai meningkat signifikan setelah lama di level satu komaan menjadi 4 persen pada 2016. Oleh karena itu, kita akan terus menggulirkan program strategis dan kongkrit, seperti pelatihan perkoperasian,” ungkap Puspayoga.

Karena itu, Puspayoga mendorong pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pengelola koperasi agar koperasi dikelola sesuai dengan prinsip koperasi. Dalam kesempatan itu, Puspayoga menyerahkan program strategis Kemenkop dan UKM, yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi usaha mikro kecil anggota Aisyiyah dan bantuan permodalan dana bergulir dari LPDB KUMKM.

“Manajemen koperasi harus bagus dan moderen serta profesional. Hal itu akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi tanpa diikuti pengembangan koperasi dan UKM tidak akan menghasilkan pemerataan kesejahteraan,” kata Puspayoga.

Sebelumnya, disaksikan Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla, pada acara Tanwir-I Aisyiyah bertema Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Pilar Kemakmuran Bangsa di tempat yang sama, Menkop dan UKM Puspayoga menandatangani Nota Kesepahaman dengan Ketua Umum Pengurus Pusat Aisyiyah Muhammadiyah Hj Siti Noordjannah Djohantini mengenai pemberdayaan koperasi dan UMKM.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemberdayaan SDM Kemenkop dan UKM Prakoso BS menjelaskan, latar belakang pelatihan tersebut adalah keberadaan lembaga ekonomi, khususnya koperasi di bawah naungan organisasi Aisyiyah, baik koperasi primer di setiap kabupaten/kota, sekunder, dan induk koperasi, cukup banyak.

“Namun, koperasi tersebut belum dikelola seluruhnya sesuai dengan prinsip koperasi. Khususnya partisipasi anggota, serta pengelolaannya, masih perlu penyesuaian khususnya dengan manajemen moderen,” papar Prakoso.

Prakoso menambahkan, pelatihan yang diikuti 300 orang perempuan anggota Aisyiyah lebih memfokuskan pada pelatihan perkoperasian dan kewirausahaan yang menekankan pentingnya perempuan khususnya anggota Aisyiyah untuk menekuni sebuah usaha.

“Dengan berwirausaha para perempuan akan mampu membantu ekonomi keluarga, yang pada ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan keluarga anggota Aisyiyah,” kata Prakoso. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.