Selasa, 26 Oktober 21

Menkop Minta Daerah Lain Contoh Jatim Dalam Kembangkan KUMKM

Tulungagung, Obsessionnews.com – Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga mengatakan bahwa kemajuan dan perkembangan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (KUMKM) di wilayah Jawa Timur demikian pesat, sehingga patut dijadikan model bagi daerah lain.

“Waktu masih menjadi Wakil Gubernur Bali, saya banyak belajar dari Jatim bagaimana mengembangkan KUMKM. Salah satunya adalah mengenai penjaminan kredit untuk KUMKM,” kata Puspayoga pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-70 Tingkat Jatim, di Tulungagung, Jumat (21/7/2017).

“Jatim merupakan provinsi pertama di Indonesia yang memiliki Jamkrida. Setelah itu pun saya mendirikan Jamkrida di Bali, sebagai Jamkrida kedua di Indonesia. Jadi, saya pikir, Kepala Daerah lain pun bisa belajar dari Jatim, bagaimana mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis KUMKM,” tambahnya.

Di acara yang dihadiri Gubernur Jatim Soekarwo dan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, Menkop Puspayoga berharap agar Kepala Daerah tak lagi banyak-banyak membuat koperasi. Karena, saat ini, yang lebih penting adalah kualitas koperasi ketimbang kuantitas.

“Lebih baik sedikit koperasi tapi berkualitas dengan jumlah anggota koperasi yang terus meningkat. Saat ini, kami sudah membubarkan koperasi sebanyam 43 ribu. Dan kami juga sedang membina sekitar 76 ribu koperasi yang sakit,” kata Puspayoga.

“Kalau yang sakit tidak bisa disehatkan, ya akan kita bubarkan. Karena, ke depan kita hanya akan melihat dan memiliki koperasi yang sehat saja,” tandas Puspayoga.

Terkait pembiayaan KUMKM, Puspayoga menjelaskan bahwa pemerintah sudah memiliki beberapa skim pembiayaan. Diantaranya, kredit usaha rakyat (KUR) yang bunganya saat ini sudah mencapai 9 persen. Pihaknya juga akan terus mendorong penyaluran dana bergulir dari LPDB KUMKM untuk pembiayaan koperasi. Bahkan, pemerintah juga tengah menggodok kredit ultra mikro Indonesia (KUMI) yang bunganya hanya 2 persen.

“Untuk penyaluran KUMI, Kemenkop dan Kemenkeu sudah kerjasama dengan NU dan Muhammadiyah dalam penyalurannya kepada koperasi-koperasi. Dari koperasi akan disalurkan kepada anggotanya yang memang merupakan pelaku UMKM,” kata Menkop.

Menurut Puspayoga, peningkatan kinerja koperasi bisa dilihat dari torehan PDB Koperasi yang mencapai 3,99 persen, dari sebelumnya yang tak pernah bergerak dari level satu komaan selama bertahun-tahun.

“Ini prestasi luar biasa dari Reformasi Koperasi yang sudah kita gulirkan. Tentunya juga ini semua merupakan hasil kerja dari para kepala daerah seperti Gubernur, Bupati, dan Walikota, di seluruh Indonesia,” tukas dia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.