Jumat, 24 September 21

Menkop: Bunga KUR 12% Bisa Ciptakan Pemerataan Kesejahteraan

Menkop: Bunga KUR 12% Bisa Ciptakan Pemerataan Kesejahteraan

Jakarta, Obsessionnews – Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menyampaikan rasa optimisnya bahwa dengan diturunkannya bunga kredit usaha rakyat (KUR) dari 22 persen menjadi 12 persen bisa menciptakan pemerataan kesejahteraan.

“Jadi kalau kita bicara pemerataan kesejahteraan caranya adalah bagaimana bunga kredit itu diturunkan sekecil kecilnya,” ujar Menkop UKM, Puspayoga di Jakarta, Rabu (8/7/2015).

Dimana kata Menkop pelaku usaha mikro kecil betul-betul dapat menikmati hasil usahanya. Sisa 10 persen yang semula dibebakan untuk membayar bunga KUR dapat dipergunakan untuk mengembangkan usahanya.

“10 persen sisa sebagai keuntungan, yang bisa digunakan untuk menambah modal, menyewa kios atau sewa tempat, jadi jelas kelihatan hasilnya,” katanya.

Puspayoga berharap tahun depan bunga KUR dapat diturunkan lagi hingga menjadi 9 persen, sehingga penyaluran KUR bisa menjadi perangsang bagi pertumbuhan kredit mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang hingga Mei 2015 mengalami tren perlambatan.

“Tapi tahun ini mudah-mudahan Rp 30 triliun terserap semua. Kan 1 Juli 2015 atau 7 hari lalu baru diberlakukan,” kata mantan Walikota Denpasar, Bali itu.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nelson Tampubolon mengatakan skema KUR yang baru membuat akses pengusaha terhadap kredit perbankan menjadi lebih terjangkau karena bunga KUR diturunkan.

Dia menekanan, tingkat bunga KUR yang lebih rendah dibandingkan dengan bunga kredit komersial bisa merangsang pertumbuhan kredit di semester kedua tahun ini, terutama di segmen UMKM.

“Ini bagus, pemerintah sudah turun tangan, bank juga merasa terlindungi karena ada penjaminan,” ujarnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.