Sabtu, 4 Februari 23

Menkoinfo Sebut OMG Media Mainstream

Menkoinfo Sebut OMG Media Mainstream
* Menteri Komunikasi dan Informatika (menkoinfo) Rudiantara. (foto: Sutanto /OMG)

Jakarta, Obsessionnews.com – Media merupakan alat untuk menyampaikan informasi. baik inormasi yang bersifat pribadi maupun umum, baik itu media cetak, elektronik, maupun online. Kecenderungan media sebagai alat bisa menjadi tempat ataupun sebagai senjata.

Selain itu, kekuatan media juga bisa memengaruhi pola pikir pembaca mampu merubah dunia.  Media banyak macam yang digunakan oleh perorangan maupun kelompok ataupun organisasi.

Namun di Indonesia ini ada media arus utama dan arus bawah. Orang sering menyebutkan kalau media arus utama mejadi media panutan bagi masyarakat ingin mengetahui informasi. Sebab media mainstream atau media arus utama mementingkan kebenaran dan keakurasian daripada kecepatan.

Menteri Komunikasi dan Informatika (menkoinfo) Rudiantara mengatakan, media mainstream dapat menangkal kabar-kabar di media sosial yang kini mengalami degradasi kepercayaan masyarakat soal memperoleh informasi. Menurut dia, dengan degradasi atau turunnya kepercayaan masyarakat terhadap media sosial, mereka cenderung mencari informasi di media mainstream.

Rudiantara menyebutkan bahwa Obsessi Media Group (OMG) yang menaungi empat media, yakni Men’s Obsession, Women’s Obsession, Obsessionnews.com, dan Muslimobsession.com merupakan media mainstream.

“Saya anggap OMG ini media mainstream,” ujar Rudiantara dalam pidatonya pada acara Obsession Award 2018 yang digelar di Hotel Kempinsky, Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018).

Tujuan media berbeda sesuai dengan kepemilikan media tersebut. Media independen dan sesuai fakta akan sangat sulit ditemukan jika media berisi informasi sesuai pesanan.  Maka,  keberpihakan media sangat memengaruhi gejolak masyarakat.

Sejarah media tidak terlepas dari perkembangan kebutuhan manusia.  Kebutuhan untuk bertahan hidup dan memperjuangkan hidup.  Melalui media,  negara negara yang mengalami penjajahan bisa merdeka dan berdikari.  Sejarah Indonesia tidak terlepas dari peran media. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.