Rabu, 24 April 19

Menko Perekonomian Sebut Utang Indonesia Masih Sehat

Menko Perekonomian Sebut Utang Indonesia Masih Sehat
* Menko Perekonomian Darmin Nasution. (Sumber foto: ekon.go.id

Jakarta, Obsessionnews.com – Utang Indonesia yang sudah mencapai angka Rp 4.418,3 triliun per Desember 2018 terus menjadi perbincangan politik yang hangat. Namun bagi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Memko Perekonomian) Darmin Nasution dengan angka itu utang Indonesia masih tergolong sehat dibandingkan negara lain.

“Ya masih (sehat). Karena hitung-hitungannya ada. Begini, utang itu you pakai buat apa? Kalau utang cuma mau bangun gedung kantor, ya mungkin masalah. Kalau itu menghasilkan sesuatu, prinsipnya tidak gunakan utang untuk hal konsumtif,” jelas Darmin usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta Rabu (23/1/2019).

 

Baca juga:

Sandiaga Sebut Bangun Tol Cipali Tanpa Utang, Bagaimana Faktanya?

Selesaikan Piutang Pembiayaan, LPDB KUMKM Koordinasi dengan KPKNL

Membangun Tanpa Utang, Contoh Buat Sandi dan Sri

 

Menurutnya, sebagai negara besar dengan proyek bisnis yang besar pula, utang itu masih tergolong normal. Apalagi, lanjutnya, utang Indonesia diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur.

Namun satu hal yang Darmin tekankan, imbas positif dari pembangunan infrastruktur tidak bisa dirasakan dalam waktu instan. Hal ini berlaku untuk pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan, jalan tol, waduk, dan infrastruktur lain di daerah.

“Yang penting dilihat sekarang, rasio kaya apa sih terhadap kewajiban. Sehingga dikaitkan dengan PDB. Nominal naik ya iya. Kalau Anda punya warung, Anda tahu ini laku, Anda pinjam untuk bikin lebih bagus kemudian laku, apa masalahnya?” katanya.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menegaskan bahwa pengelolaan utang Indonesia tidak dilakukan secara ugal-ugalan, melainkan dengan hati-hati dan transparan. Pernyataan Sri Mulyani ini menanggapi angka utang pemerintah pusat yang terus membengkak ke angka Rp 4.418,3 triliun per Desember 2018.

Sri juga menyampaikan bahwa realisasi defisit anggaran sepanjang 2018 juga cukup baik, dengan rasio defisit terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) bisa ditekan hingga 1,76 persen, lebih rendah dibanding target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar 2,19 persen.

Lantas apakah kondisi utang Indonesia mengkhawatirkan? Sri menjelaskan bahwa kondisi Indonesia masih lebih baik bila dibandingkan negara lain, dengan catatan rasio utang terhadap PDB sebesar 29,9 persen per Desember 2018. Karena itu, masyarakat kata dia, tak pek merasa khawatir.

Angka ini masih jauh di bawah standar kehati-hatian tingkat internasional yang menyebut bahwa rasio utang sebuah negara tak boleh lebih dari 60 persen. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.