Minggu, 3 Maret 24

Menko Muhadjir Minta Para Santri Wajib Miliki Empat Unsur Ini

Menko Muhadjir Minta Para Santri Wajib Miliki Empat Unsur Ini
* Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memberikan sambutan pada acara Pidato Kebangsaan dan Do'a Bersama Untuk Negeri di Stable Berkuda Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatra Selatan (Sumsel), Rabu (8/11/2023). (Foto: Kemenko PMK)

Obsessionnews.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menjelaskan, ada empat yang harus dimiliki oleh para santri yaitu sehat, cerdas, kuat, dan berakhlakul kharimah.

 

“Saya yakin para santri di sini memiliki budi pekerti yang baik dan berakhlakul karimah, tetapi itu saja tidak cukup untuk menjadi pemimpin-pemimpin masa depan pada tahun 2045, para santri juga harus sehat, cerdas, dan kuat,” ucap Muhadjir saat memberikan sambutan pada acara Pidato Kebangsaan dan Do’a Bersama Untuk Negeri di Stable Berkuda Sekayu, Musi Banyuasin, Sumatra Selatan (Sumsel), Rabu (8/11/2023), dikutip dari siaran pers Kemenko PMK.\

 

Baca juga: Muhadjir Tegaskan Jangan Ragu, Pemerintah Indonesia Dukung Palestina sampai Merdeka

 

 

 

Muhadjir menyebut sehat di sini adalah pondok-pondok pesantren harus mengutamakan kesehatan para santrinya mulai dari cara hidup hingga kondisi lingkungan dimana nantinya dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing.

 

 

 

“Yang kedua cerdas, kita tidak mungkin akan menghasilkan SDM unggul tanpa kecerdasan yang tinggi, pesantren diharapkan dapat membentuk para santrinya menjadi anak-anak yang cerdas,” tuturnya.

 

Menko Muhadjir juga mengatakan, selain memiliki kecerdasan yang tinggi dan berakhlakul kharimah, anak-anak pesantren harus kuat dengan kegiatan olahraga serta pemenuhan gizi yang baik sehingga memiliki fisik yang kuat.

 

Ia juga meminta kepada seluruh ustadz dan ustadzah untuk menyeimbangkan pengetahuan serta pengalaman para peserta didik di pondok pesantren antara ilmu duniawi dan akhirat.

 

“Kita harus seimbang antara jiwa kebangsaan dengan jiwa keislaman, Insya Allah jika keduanya dimiliki secara imbang maka nantinya dapat menjadi dokter yang shalih dan shalihah, insinyur yang shalih dan shalihah,” jelas Muhadjir.

 

Pada acara tersebut turut hadir pula PJ Bupati Musi Banyuasin Apriyadi, Staf Ahli Gubernur Sumsel Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Koimuddin, Pengasuh Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, Jawa Barat, KH. Faris Al-Haq, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Forum Pesantren Sumatera Selatan (DPD Forpess), KH. Nur Muhammad Hidayat beserta jajarannya. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.