Sabtu, 16 Oktober 21

Menkeu-nya Mundur, Yunani dan Uni Eropa Sama-sama Tekor

Menkeu-nya Mundur, Yunani dan Uni Eropa Sama-sama Tekor

Jakarta, Obsessionnews – Senin (6/7) waktu setempat, Menteri Keuangan (Menkeu) Yunani Yanis Varoufakis undur diri letakkan jabatan setelah mayoritas rakyat memilih ‘tidak’ terhadap berbagai macam syarat IMF, Bank Sentral Eropa dan Komisi Eropa sebelum mengucurkan dana talangan.

Yanis bilang, tiga serangkai kreditur yakni IMF, Bank Sentral Eropa serta Komisi Eropa adalah teroris yang sangat ingin mempermalukan Yunani. Dan dia, termasuk paling kencang meneriakkan kata ‘tidak’.

Sebelum pengunduran dirinya yang mendadak tersebut, pada Kamis (2/7) pekan lalu, Yanis mengatakan tidak akan jadi Menkeu lagi jika para pemilih di referendum mengatakan ‘ya’ terhadap bailout yang disodorkan Uni Eropa. Bahkan, pada sebuah wawancara, katanya, dia lebih suka memotong tangannya sendiri ketimbang menaikkan pajak dan memangkas pengeluaran lantaran kontrak baru dengan negara-negara eropa tidak me-restrukturisasi hutang Yunani.

Namun, ketika mayoritas rakyat sebanyak 61% lebih dari total penduduk Yunani katakan ‘tidak’ Yanis tetap saja mundur. Dalam blog pribadinya dia menulis :

“Kini saya disadarkan dengan sebuah preferensi tertentu oleh beberapa anggota menteri keuangan zona euro dan beberapa rekan atas ketidakhadiran saya dalam beberapa pertemuan; sebuah gagasan yang dinilai Perdana Menteri dapat membantunya mencapai kesepakatan. Untuk alasan ini, saya mengundurkan diri dari Kementerian Keuangan,” seperti dilansir dari Business Insider, Senin (6/7).

Sama-sama Jatuh

Sejak menjelang jatuh tempo hutangnya pada Selasa (30/6) lalu, ancaman dikeluarkan dari zona euro sudah di depan mata. Sebab Yunani, keukeuh bilang ‘tidak’ atas syarat dana talangan dari tiga serangkai tadi. Pasalnya, kontrak baru yang disodorkan dianggap terlalu mencekik leher.

Kalau berhenti gunakan duit euro, dipastikan Yunani kembali gunakan drachma. Menurut banyak analis, nilainya bakal terpuruk hingga memicu inflasi sebesar dua digit. Barang impor seperti makanan serta minyak kemungkinan besar akan dijatah dan perusahaan yang berhutang dalam mata uang euro berpotensi bangkrut. Sementara, pemerintah yang sudah benar-benar terpuruk harus menyeimbangkan anggaran dalam waktu satu malam.

Yunani jatuh, tapi Uni Eropa juga akan rugi besar. Sebab 240 milyar euro bakal hilang karena ‘dewa’ tak sanggup bayar hutang. 89 milyar euro hutang dari Europe Central Bank (ECB) untuk Yunani pun juga dipastikan impas. Kalau sudah begini, bukan tidak mungkin nilai tukar mata uang euro terjun bebas.

Menghadapi yen Jepang saja, pada perdagangan Senin kemarin, euro melorot 1,5% menjadi 133,700 yen per euro-nya. Meski sempat naik jadi 135,41 yen per euro, angkanya masih lebih kecil ketimbang Jumat pekan lalu yang sebesar 136,185 yen per euro.

Meski paling keras ngomel atas sikap Yunani, Kanselir Jerman Angela Merkel tetap membuka peluang berunding pasca referendum. Seperti apa hasilnya ? Kita tunggu saja. (Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.