Sabtu, 28 Mei 22

Menkes: Indonesia Hadapi Empat Persoalan di Bidang Kesehatan

Menkes: Indonesia Hadapi Empat Persoalan di Bidang Kesehatan

Padang, Obsessionnews.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) fokus melaksanakan program perioritas dibidang kesehatan. Program perioritas dibidang penyakit tidak menular, penyakit menular, dan muncul kembalinya penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi.

Menkes RI Nila Djuwita F. Moeloek mengatakan, pogram perioritas dimaksud merupakan persoalan Indonesia saat ini. Untuk menguranginya, maka Kemenkes menjadikannya sebagai program perioritas.

“Kalau angka kematian ibu dan anak sangat tergantung pada gizi, jadi itu penting sebagai daya ungkit dalam mengatasi persolan tersebut. Penyakit menular dan tidak menular, sangat tergantung dengan prilaku hidup bersih dan sehat,” katanya saat kegiatan rapat koordinasi (rakor) perencanaan program prioritas kesehatan, di salah satu hotel di Padang, Senin (31/10/2016).

Nila berharap melalui acara ini diharapkan dapat membantu dalam meningkatkan kepedulian mayarakat untuk sehat.

“Membangun kesehatan perlu perencaan matang sehingga diketahui arah yang akan dilakukan, yaitu membuat masyarakat yang sehat,” sebutnya.

menkes-nila

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Nasrul Abit mengatakan, selain menurunkan angka kematian ibu dan anak, yang perlu menjadi perhatian bersama, menangani lansia.

Selain membuka rakor perencanaan program prioritas kesehatan, Menkes RI Nila Djuwita F Moeloek ke Padang sekaligus mensosialisasikan dokter layanan prima (DLP).

“Keberadaan dan peranan DLP perlu disosialisakan agar dipahami semua dokter, serta petugas kesehatan terkait tugas DLP di puskesmas, dalam menjaga kesehatan keluarga,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Rosnini Savitri mengatakan rakor dilaksanakan sebagai upaya dalam menghadapi pembangunan kesehatan Sumbar mendatang. Disamping itu untuk percepatan sasaran, kesinambungan program pembangunan kesehatan, perencanaan pembangunan kesehatan yang sitematis, terarah, terpadu, menyeluruh dan melibatkan kerjasama dan komitmen stakeholder pemerintah dan swasta.

“Kesuksesan pembangunan kesehatan, harus berjalan secara sinkron antara daerah, provinsi dan pusat bersama dengan lintas sektoral,” katanya. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.