Selasa, 21 September 21

Jelang Ramadhan, Elpiji Melon Langka

Jelang Ramadhan, Elpiji Melon Langka

Semarang, Obsessionnews – Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram yang melanda sejumlah agen, baik pangkalan atau pengecer di wilayah MOR IV Jateng-Daerah Istimewa segera ditanggapi oleh PT Pertamina.

Manajer Domgas PT Pertamina wilayah IV, Hardjono, menjelaskan kelangkaan lebih karena konsumsi gas yang meningkat akibat semakin dekatnya momen puasa. Kebutuhan meningkat selama beberapa bulan terakhir.

“Memang saat ini terjadi peningkatan elpiji 3 kg karena adanya kegiatan hajatan masyarakat di bulan rajab, syaban. Apalagi menyambut bulan suci Ramadhan,” terang dia di Rinjani View Semarang, Kamis (28/5/2015).

Disamping itu, lanjutnya, ada bermacam faktor penyebab kelangkaan elpiji melon. Antara lain, pola konsumen yang lebih memakai elpiji 3 kilogram ketimbang elpiji 12 kilo. Kebanyakan migrasi pemakaian dilakukan para pedagang/pengusaha yang diluar ketentuan subsidi.

“Faktor itu jadi pemicu migrasi non subsidi ke elpiji subdisi,” imbuhnya.

Pihaknya menduga kemungkinan penimbunan tabung elpiji 3 kg oleh penerima subsidi terjadi. Sehingga saat kelangkaan, para oknum menjual kembali dengan harga tinggi.

Walau demikian, PT Pertamina tidak berwenang menindak langsung kepada agen, baik pangkalan/pengecer. Peraturan Menteri ESDM tidak memberikan kewenangan bagi Pertamina terkait penindakan, melainkan Pemerintah Daerah.

“Alangkah baiknya bila masing-masing daerah memiliki Perda yang mengatur mengenai penimbunan elpiji subdisi. Kita hanya dipercaya oleh pemerintah menjadi penyalur dan pemasaran,” ujar Hardjono.

“Terus terang kita kewalahan mengawasi agen dan pangkalan yang nakal dengan jumlah personil terbatas. Bayangkan satu rayon hanya dua orang orang pengawas. Semisal saja rayon Kota Semarang terdapat 3700 pangkalan dan 43 agen lebib,” imbuhnya.

Seperti diketahui, total jumlah agen dan pangkalan di Jateng-DIY ialah 300 agen dan 31.000 pangkalan. Dari kuantitas, terdapat 22 agen LPG terkenai sanksi pelanggaran yang dijatuhkan berupa penjualan kembali elpiji melon ke wilayah lain dan pengoplosan elpiji ke 12 kg. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.