Sabtu, 16 Oktober 21

Meningkat Penderita AIDS di Subang

Meningkat Penderita AIDS di Subang
* Karya lukis penderita AIDS pada peringatan Hari AIDS Internasional di Kabupaten Subang, Jawa Barat, 1 Desember 2014.

Subang, Obsessionnews.com – Keberadaan Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyebabkan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) telah menjadi isu internasional. Angka penderita HIV/AIDS dari tahun ke tahun terus meningkat. Khusus di Kabupaten Subang, Jawa Barat, angka terakhir yang dirilis Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, sepanjang tahun 2014 terdata dari 215 orang penderita HIV/AIDS, jauh meningkat dibandingkan tahun 2013 yang berjumlah 161 orang. Dan yang lebih menyedihkan lagi di antara pengidap HIV/AIDS terbesar pada usia produktif 20 – 39 tahun. 

Bupati Subang Ojang Sohandi mengatakan, angka sebenarnya jauh lebih besar. Sebab, menurut estimasi Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), setiap 1 kasus yang ditemukan berarti ada 99 kasus yang belum terungkap. Artinya, HIV/AIDS menjadi ancaman laten (tak terlihat) yang siap mengancam eksistensi generasi dan pembangunan di Subang.

“Ancaman makin nyata apabila kita tidak bertindak cepat untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan penanggulangannya,” ujar Ojang kepada obsessionnews.com di Subang, Senin (2/3).

Bupati Subang Ojang Suhandi mendapatkan penjelasan tentang upaya penanggulangan HIV/ AIDS
Bupati Subang Ojang Suhandi mendapatkan penjelasan tentang upaya penanggulangan HIV/ AIDS

Menurut Ojang, ada empat isu penting terkait penularan HIV/AIDS, yaitu meningkatnya jumlah pengguna narkotika, psikotropik dan zat aditif (Napza) suntik yang diperkirakan berdasarkan peta respon berjumlah 150 orang. Kedua, mobilitas penduduk yang berkaitan dengan arus urbanisasi dan migrasi penduduk menjadi TKI di luar negeri, yang bekerja di tempat-tempat hiburan dengan usia muda dan pengetahuan sangat minim tentang HIV/AIDS. Bisa ditunjukkan di jalur urbanisasi para pendatang atau yang ditinggal istri bekerja ke luar negeri memiliki potensi untuk berperilaku risiko tinggi. Ketiga, narapidana narkotika. Sebanyak 30% narapidana di Subang adalah pengguna narkotika suntik dan lembaga pemasyarakatan (lapas) menjadi tempat praktik perilaku berisiko. Dan yang keempat adalah hubungan seks berisiko.  Ciri khas penting yang perlu mendapat perhatian daerah pengembangan industri, termasuk industri pariwisata, adalah berkembangnya hubungan seks berisiko.

Untuk menjawab tantangan tersebut pada 25 Maret 2013 yang lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) No. 5 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Subang. Secara eksplisit maksud dibentuk Perda adalah untuk mengoptimalkan  pcncegahan dan penanggulangan permasalahan HIV dan AIDS secara komprehensif, integratif, partisipatif dan berkesinambungan.

Pola penularan yang diwaspadai dalam Perda sebagaimana tertuang pada pasal 3 ialah hubungan seksual, pengunaan jarum suntik, ibu hamil kepada bayinya dan transfusi darah.

Pada pasal 8 dijelaskan mengenai langkah penanggulangan yang dipetakan melalui sosialisasi dan pendidikan HIV/AIDS, membudayakan perilaku seksual yang aman, setia kepada pasangan, menggunakan kondom pada setiap hubungan seks yang berisiko, menggunakan satu jarum steril untuk setiap penyuntikan, dan lain-lain.

Perda tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS merupakan prakarsa DPRD sebagai bukti konkret kepedulian Pemkab Subang dalam upaya pencegahan dan penanggulangannya. Selanjutnya upaya ini diharapkan dapat berkembang dan berlanjut ke lapisan masyarakat, sehingga timbul kepedulian dan kontribusi nyata terhadap penekanan penularan epidemi HIV/AIDS.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr. Budi Subiantoro, sebagaimana dikatakan Koordinator Program Pengendalian HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Suwata, upaya Pemkab Subang melalui Dinas Kesehatan dalam pencegahan dan penanggulangan dilakukan secara aktif. Langkah utama ialah melakukan pendataan dan penanganan secara konprehensif.

Suwata, Koordinator Program Pengendalian HIV/ AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Subang
Suwata, Koordinator Program Pengendalian HIV/ AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Subang

Pencegahan kepada yang berisiko hubungan seks dengan menjangkau para pekerja seks, melakukan pemeriksaan dan pengobatan infeksi menular seksual (IMS), Gerakan Waria Indonesia (GWI), melakukan perluasan layanan conseling, tes, dan perluasan pengobatan IMS.

Sementara upaya pencegahan kepada yang berisiko penggunaan jarum suntik dengan menjangkau para penggunanya, khususnya warga binaan di lapas. Menetapkan penggunaan jarum suntik steril di Puskesmas, melakukan konseling adiksi, dan lain-lain.

Hingga kini telah dibuka layanan voluteer conseling and test (VCT) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan 22 puskesmas.

Penanganan Kepada Penderita

Adapun penanganan kepada penderita, ujar Suwata, dengan treatment pemberian antiretroviral (ARV) seumur hidup,  dan penanganan ibu hamil penderita HIV/AIDS berupa treatment kekebalan tubuh pemberian ARV sejak dini.

“Karena ini berkaitan dengan anak yang dikandung, kami melakukan pemantauan sejak didiagnosa,” jelas Suwata. Penanganan saat melahirkan dilakukan dengan caesar kemudian pasca melahirkan bayi tidak disusui oleh ibu penderita HIV/AIDS.

Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan kepada 2.915 orang ibu hamil di 6 kecamatan, yaitu Pagaden, Subang, Cibogo, Cipunagara, Pamanukan, dan Sukasari. Hasil pemeriksaan menunjukkan 15 orang di antaranya positif mengidap HIV. Terhadap yang positif dilakukan penatalaksanaan dengan pemberian ARV sejak pertama kali didiagnosa HIV positif, persalinan secara terencana melalui operasi caesar, provilaksis ARV kepada bayi sejak lahir dan bayi tidak disusui oleh ibu yang HIV.

Dengan penatalaksanaan yang tepat bisa mencegah penularan HIV/AIDS kepada bayi yang dikandungnya. Apabila tidak dilakukan kemungkinan besar bayi akan tertular.

Apresiasi kepada Produkivitas ODHA

Pemkab Subang bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Indonesia Kabupaten Subang dan berbagai pihak aktif melakukan sosialisasi masalah AIDS, dan melakukan pendampingan kepada penderita supaya tidak menularkan kepada yang sehat.

Wakil Bupati Subang Imas Aryumningsih menyampaikan keprihatinannya atas penyebaran HIV/AIDS di Subang yang selalu mengalami tren peningkatan dari waktu ke waktu. Namun, pihaknya bersama semua elemen masyarakat akan berupaya melakukan yang terbaik guna mencegah penyebaran HIV/AIDS di Subang.

Imas mengungkapkan, upaya pencegahan seyogyanya diiringi dengan menanamkan kesadaran kepada penderita AIDS atau yang dikenal dengan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), agar tidak sampai menularkan kepada orang lain, sekaligus memberikan kepercayaan diri. Salah satunya dengan memberikan apresiasi atas produktivitas ODHA yang menghasilkan karya airbrush yang dipamerkan pada saat peringatan Hari AIDS Internasional 1 Desember 2014 lalu.

Sekelompok ODHA yang dikoordinir oleh KPA Indonesia Kabupaten Subang menampilkan karya lukisan airbrush cukup bagus. Kemudian Imas memerintahkan kepada ajudannya untuk menyimpan nomor telepon seluler mereka, karena ia membutuhkan tenaga dekorasi berbasis airbrush.

Seorang relawan KPA Indonesia Kabupaten Subang, Sesko Susanto, menjelaskan, kegiatan membuat lukisan airbrush bertema AIDS itu untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya pencegahan dan upaya terhindar dari penyakit mematikan tersebut.

Sesko menilai perhatian pemerintah terhadap upaya penanggulangan penyebaran HIV/AIDS masih kurang. Terutama dalam hal sosialisasi untuk kepentingan pencegahan dan pelayanan kepada pihak yang berisiko. Namun, upaya mengoptimalkannya terus dilakukan melalui kegiatan yang dicanangkan oleh KPA Indonesia Kabupaten Subang.

Mengenai apresiasi positif pemerintah seperti yang ditunjukkan Wakil Bupati Imas, Sesko berharap bisa diikuti oleh yang lainnya. Apresiasi yang baik hendaknya bisa membuka peluang usaha bagi para ODHA. “ODHA perlu pengakuan eksistensi. Terlebih karya-karya produktif yang bisa menjadi sandaran hidupnya,” ujarnya. (Teddy Widara)

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.