Kamis, 22 Agustus 19

Menhut Mengaku Tak Pernah Beri Izin Alih Fungsi Hutan

Menhut Mengaku Tak Pernah Beri Izin Alih Fungsi Hutan

Jakarta – Usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih lima jam ‎Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengaku tidak pernah memberikan izin kepada Bupati Bogor Rahmat Yasin mengenai permohonan pengajuan alih fungsi kawasan hutan di Bogor seluas 2.754 hektar.

“Soal Bogor, yang berkembang selama ini bahwa Kemenhut sudah memberikan izin, saya jelaskan itu tidak betul, yang betul adalah baru mengajukan permohonan tukar-menukar, jadi baru mengajukan surat permohonan tukar-menukar,‎” ujar Zulkifli di KPK, Selasa (24/6/2014).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, hanya mengaku pernah mendapatkan surat permohonan dari Bupati untuk pengalihan fungsi hutan Namun meski akhirnya tidak pernah memberikan izin. ‎Namun saat ditanya apakah tidak diberikan izin itu lantaran Rahmat Yasin tertangkap oleh KPK atau memang karena prosedurnya yang tidak sesuai. Zul menipis pertanyaan itu. “Sekali lagi belum ada izin apa pun,” kilahnya.

Zul sendiri, diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengurusan alih fungsi hutan di Bogor untuk tersangka Rahmat Yasin. Selain Rahmat KPK juga menetapkan tersangka Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor M Zairin, dan perwakilan Bukit Jonggol Asri Yohan Yap.

Zul diperiksa, lantaran dia diduga mengatahui banyak mengenai persoalan hutan di Bogor. Wakil Ketua KPK Busryo Muqaddas sebelumnya juga mengatakan, ‎Kemenhut memiliki otoritas terkait dengan pengurusan izin pengalihfungsian kawasan yang termasuk hutan lindung tersebut.

Meski demikian, Zul mengatakan mendukung upaya KPK untuk menuntaskan kasus tersebut, sekalipun ada anggapan kasus itu ada keterkaitan dengan Kementerian Kehutanan. Ia juga mengaku siap bersikap kooperatif memberikan informasi sesuai yang dibutuhkan oleh KPK.

‎Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan KPK di Sentul, Bogor, beberapa waktu lalu. KPK lalu menetapkan Yasin, Yohan, dan Zairin sebagai tersangka. Yohan selaku perwakilan PT Bukit Jonggol Asri diduga menyuap Rachmay Yasin dan Zairin dengan total pemberian Rp 4,5 miliar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun‎ suap yang diterima Yasin diduga terkait proses konversi hutan lindung menjadi lahan untuk perumahan milik pengembang PT Bukit Jonggol Asri. Yohan diduga menyuap Yasin dan Zairin untuk mendapatkan surat rekomendasi alih fungsi hutan menjadi lahan perumahan komersial dari Pemerintah Kabupaten Bogor. (Abn)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.