Sabtu, 24 Agustus 19

Mengungkap Asal Usul Nama Tempe Mendoan

Mengungkap Asal Usul Nama Tempe Mendoan
* Tempe mendoan. (Medsos)

Banyumas, Obsessionnews.com – Tempe mendoan, kata ini hampir tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, terlebih di kalangan orang ngapak. Sebab, mendoan adalah makanan khas yang hanya ada di daerah Jawa Ngapak, yakni wilayah Kebumen, Banyumas, Cilacap dan Purbalingga.

Bagi yang belum tahu, tempe medoan adalah makanan khas yang digoreng setengah mateng, dibalut dengan terigu dan bumbu yang sudah diaduk, lalu dimakan dengan kecap atau cabai rawit. Saking enaknya, Presiden Joko Widodo jika berkunjung ke Banyumas selalu mencari tempe mendoan.

Lantas mengapa makanan tersebut diberi nama tempe mendoan?

Sekretaris Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Banyumas, Suwondo Geni, menjelaskan soal asal-usul nama tempe goreng tersebut. Tempe ini memang bentuknya tipis, dan hanya ada di wilayah Jawa Ngapak.

“Jadi gini, tempe mendoan itu adalah tempe goreng. Tempe yang digunakan adalah tempe khas Banyumas, bentuknya tipis, kemudian diberi tepung dan bumbu, kemudian digoreng setengah matang atau mendo, lalu dihidangkan,” ujar Suwondo, Sabtu (18/5/2019).

Mendo adalah nama untuk merujuk tempe yang setengah matang. Orang akrab menyebutnya dengan mendoan. Perlu diingat tempe ini hanya bisa dibungkus oleh daun pisang. Lembaran tempe akan dicelupkan ke adonan dan diberi bumbu antara lain garam, bawang, dan ketumbar.

“Setelah selesai goreng di wajan yang telah berisi minyak panas. Goreng sekitar 3 hingga 4 menit saja, tidak sampai (tempe) kering,” kata Suwondo.

Ada juga orang membuat tempe mendoan dengan bahan tempe yang tebal lalu diiris tipis sekitar 3 hingga 4 milimeter. Biasanya mendoan seperti di luar wilayah Jawa Ngapak, di Jakarta misalnya, atau di Jabar. Namun, jika dirasakan tetap saja beda dengan yang asli. Karena tempe mendoan aslinya sudah tipis, dibungkus daun.

Tempe itu hanya ada di Banyumas, Kebumen, Cilacap, dan Purbalingga. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.