Selasa, 28 Januari 20

Mengukur Kekuatan Oesman Sapta Memimpin Hanura

Mengukur Kekuatan Oesman Sapta Memimpin Hanura
* Oesman Sapta Odang.

Jakarta, Obsessionnews.com – Siapa yang tidak kenal Oesman Sapta Odang? Dia adalah sosok pengusaha sukses asal Kalimantan Barat yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua MPR dari perwakilan DPD. Namanya kini tengah diperbincangkan karena ia menjadi satu-satunya kandidat kuat Ketua Umum Partai Hanura untuk menggantikan Wiranto.

Ya, Oesman Sapta atau yang akrab dipanggil Oso itu mendapat dukungan kuat dari seluruh kader untuk menjadi nahkoda partai Hanura. Wiranto rela melepaskan jabatannya, setelah dia dipercaya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.

Konon ini dilakukan ‎demi menjaga integritas Kabinet Kerja Jokowi-JK, dimana Presiden Jokowi menginginkan para pembantunya tidak merangkap jabatan sebagai ketua partai bila ingin komitmen dan sungguh-sungguh bersama pemerintah menjalankan visi misi Jokowi di Pemilu 2014.

Oso memang bukan orang baru, namanya termasuk diperhitungkan dalam kancah politik nasional. Sebab, selain sebagai pengusaha sukses, Oso juga memiliki darah politik yang kuat. Ia tercatat pernah membentuk dua partai dalam usahanya mewarnai demokrasi Indonesia.

Pertama, adalah Partai ‎Persatuan Daerah (PPD) didirikan 18 Desember 2002 sampai 2010. Oso menjadi motor penggerak utama berdirinya partai ini, dengan menggandeng tokoh-tokoh politik yang bernaung dalam wadah fraksi MPR utusan daerah pada masa bakti 1999-2004.

Partai ini lahir dengan semangat bersama-sama ‎memperjuangkan kepentingan daerah, yang telah telah diserap aspirasinya oleh masing-masing anggota MPR dari perwakilan daerah. Namun, sayang, belum sampai mewujudkan cita-citanya itu, partai ini harus berakhir pada 2010.

Setelah gagal,‎ membesarkan PPD, Oso menginisiasi PPD sebagai Pendiri  Forum Persatuan Nasional (FPN)  bersama 10 partai yaitu, Partai Pemuda Indonesia, Partai Pelopor, Partai Demokrasi Pembaruan, Partai Kasih Demokrasi Indonesia, Partai Nasional Banteng Kemerdekaan, Partai Penegak Demokrasi Indonesia, dan Partai Indonesia Sejahtera.

FPN ini menjadi cikal bakal dibentuknya ‎ Partai Persatuan Nasional (PPN). Berdiri tahun 2011 partai ini cita-cita mempersatukan anak bangsa menuju bangsa yang bermartabat. Untuk mewujudkan itu, Oso sebagai Ketua Umum bersikeras agar partainya masuk dalam daftar peserta Pemilu 2014.

Namun, usaha itu ternyata gagal, PPN tidak masuk dalam daftar peserta yang boleh mengikuti Pemilu 2014 oleh KPU, lantaran partai ini tidak memenuhi syarat verifikasi ‎yang ditentukan KPU. Saat itu, hanya ada 12 partai yang bisa ikut yakni, PDI-P, Golkar, Demokrat, Gerindra, Nasdem, Hanura, PKB, PKS, PAN, PPP, PBB dan PKPI.

Setelah gagal dengan dua partai yang ia bentuk, Oso kini kembali dikasih kepercayaan untuk memimpin Partai Hanura sebagai kendaraan politiknya. Ia mendapat respons positif karena tidak hanya mendapat dukungan dari Partai Hanura, tapi juga dari para anggota DPD.

Komisaris Lion Air ini memang punya modal yang kuat untuk memimpin Hanura, karena sudah banyak memiliki pengalaman. Melalui Hanura, kemampuannya akan diuji apakah, Oso benar-benar mampu membawa Hanura menjadi partai besar yang bermanfaat untuk masyarakat. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.