Selasa, 29 September 20

Menggempur Lembah Bengawan Solo

Menggempur Lembah Bengawan Solo
* Hendrajit. (Foto: dok. pribadi)

Oleh: Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, dan Direktur Eksekutif Global Future Institute

 

Ipoleksosbud hankam (ideologi, politik-ekonomi, sosial-budaya dan pertahanan-keamanan) merupakan kondisi sosial geografis kita. Tapi itu jadi sia-sia jika kita tidak mengenali kondisi alamiah geografis kita. Sehingga kita sering kali buta mengenai di mana sesungguhnya sentra-sentra politik, militer dan ekonomi di negeri kita.

Kalau dalam perhitungan militer, kita harus mampu menggempur basis kekuatan musuh, di jantung pertahanan musuh. Tempat di mana musuh menempatkan induk pasukannya. Nah, yang namanya induk pasukan itu bukan hanya militer, tapi juga sentra politik dan ekonominya juga.

Kalau kita mencermati cara Belanda sebagai penjajah dulu menguasai Indonesia, tidak pernah memusatkan kekuatan politik, militer dan ekonominya pada satu tempat. Bandung Priangan merupakan konsentrasi pasukan militernya. Kekuatan politiknya dipusatkan di Batavia (Jakarta).

Lantas di mana kekuatan ekonomi dipusatkan? Di Lembah Bengawan Solo, mata rantai antara Yogya, Solo, Madiun, Kediri, dan Surabaya.

Menurut Tan Malaka dalam buku karyanya, Menuju Republik Indonesia, di Lembah Bengawan Solo inilah terletak bertimbun-timbun industri-industri, perusahaan-perusahaan, badan-badan angkutan lalu-lintas, dan bank-bank.

Tan Malaka merekomendasikan kita untuk menggempur Lembah Bengawan Solo, karena menguasai daerah ini berarti menguasai basis ekonomi. Menjadi syarat teknis dan ekonomi untuk mempertahankan daulat ekonomi. Sebab di sinilah bertimbunnya para buruh industri dan petani melarat. Dan bisa menjelma jadi kekuatan rakyat yang progresif revolusioner.

Kalau kita menguasai basis-basis ekonomi berupa pabrik-pabrik, perusahaan-perusahaan, badan-badan angkutan lalu lintas, dan bank-bank), kita secara bertahap akan menguasai basis politik dan militer yang ada di Batavia dan Priangan. Begitu kata Tan Malaka.

Maka itu kerahkan induk pasukan kita ke Lembah Bengawan Solo. Dari sanalah kita susun strategi selanjutnya. Begitu petuah Tan Malaka.

Jika kita berhasil bertahan di Lembah Bengawan Solo, seraya menguasai sentra ekonomi di luar Jawa seperti Sumatera Timur, Palembang, dan Kalimantan Timur, begitu juga sentra politik militer seperti Jakarta, Bandung, Magelang, Malang, dan Aceh, maka Lembah Bengawan Solo bisa digunakan sebagai basis bagi Republik Indonesia.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.