Kamis, 21 November 19

Mengenal Destinasi Wisata Unik di Museum Kehidupan Samsara

Mengenal Destinasi Wisata Unik di Museum Kehidupan Samsara
* Museum Kehidupan Samsara yang letaknya di Desa Jungutan, Bebandem, Karangasem, Bali. (Foto: Dok Kemenpar)

Jakarta, Obsessionnews.com – Siapa yang tak kenal pulau Bali? Selain memiliki paronama pantai dan gunung, Pulau Dewata ini memiliki destinasi wisata yang unik dan menarik. Salah satunya adalah Museum Kehidupan Samsara yang letaknya di Desa Jungutan, Bebandem, Karangasem, Bali.

Museum ini mengangkat tema tentang siklus hidup manusia Bali. Konsep dari Museum Samsara ini sendiri adalah merekontruksi rangkaian siklus kelahiran manusia Bali. Dimana semua dibingkai dalam ritual, sarana upacara dan pemaknaan di balik simbol-simbol menjadi informasi praktis yang dapat menjadi pengkayaan pengalaman.

Co–Founder Museum Kehidupan Samsara Ida Bagus Agung Gunartawa mengatakan, konsep ini berawal dari keprihatinan modernisasi yang menggerus adat dan budaya Bali. Apalagi kini jarang dipahami terutama oleh generasi muda.

“Dimulai dari berbagai nilai serta tradisi yang melekat sejak bayi berada di dalam kandungan, kemudian lahir ke dunia, hidup dan mati bahkan hingga menyatu dengan Ida Sang yang Widhi Wasa dan tercapainya kesempurnaan,” ujarnya dalam keterangan tertuli yang diterima obsessionnews.com, Senin (14/10/2019).

Dia menjelaskan, museum ini ada displai dan juga simbolisasi, mulai dari bayi dalam kandungan termasuk ngerujak, megedongan, nanem ari, mapag rare, kepus wedel, ngeles kekambuh, telu bulan, nem bulan atau oton, semayut meketus dan menek kelih, metatah, ngaben, sampai atma wedana.

Selain itu, di museum ini juga diperlihatkan kegiatan aktivitas sehari masyarakat setempat. Dari mulai pembuatan sarana tetabuhan (arak, brem), meulat-ulatan, mejejahitan, melukis wayang, bahkan sampai kegiatan kesenian khas seperti mecakepung/genjek, ngoncang. Bahkan tanaman upacara juga ditanam di sekitar museum. Ada juga kuliner Bali yang dijual untuk wisatawan dengan harga yang murah meriah.

Sementara itu, Juru bicara Museum Ida Ayu Chandramurtie menjelaskan, alasan fundamental pembentukan Living Museum ini agar ada diferensiasi dan menunjukkan posisi Karangasem sesuai branding ‘Karangasem the Spirit of Bali’.

“Maka ada aktivitas masyarakat sehari-hari di sini. Jadi ada proses perlindungan dan sebagainya. Dengan semakin dipelihara dan dijaga maka akan semakin mahal harganya ke depan sembari melestarikan,” tegasnya.

Selain itu museum ini juga turut memberdayakan potensi lokal. Bahkan yang menjalankan semua alat hingga menjajakan makanan tradisional adalah warga sekitar.

“Kami ada 11 orang pegawai lokal. Dengan itu museum ini menjadi salah satu sarana yang mengangkat perekonomian masyarakat sekitar,” tuturnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.