Selasa, 22 Oktober 19

Mengenal Carrie Lam, Pemimpin Hong Kong yang Ditentang Jutaan Rakyat

Mengenal Carrie Lam, Pemimpin Hong Kong yang Ditentang Jutaan Rakyat
* Pemimpin Hong Kong Carrie Lam (Foto: DAP)

Jakarta, Obsessionnews.com – Gelombang demostrasi jutaan rakyat Hong Kong terus terjadi mendesak Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam Cheng Yuet-ngor atau Carrie Lam mundur dari jabatannya. Banyak warga sipil yang terluka bahkan ada yang tewas karena harus berhadapan dengan polisi Hong Kong. Mereka kesal dengan kebijakan yang diterapkan Carrie Lam.

Sadar rakyat semakin banyak yang marah, Carrie Lam pun akhirnya menunda pembahasan RUU Ekstradisi. Kebijakan yang ditentang jutaan rakyat. Mengutip South China Morning Post, Lam menunda karena tidak mau ada korban tewas dan tindak kekerasan dalam demonstrasi, tanpa menyesali serta meminta maaf kepada rakyat.

Diketahui Lam merupakan pemimpin yang didukung Beijing dalam mempertahankan pembahasan RUU Ekstradisi. Ruu ini membolehkan seseorang yang berkasus hukum di Hong Kong diadili di Cina. Serta membuka jalan para kolongmerat menyimpan uangnya di China.

Siapa sebenarnya Carrie Lam?

Lahir pada 13 Mei 1957, Lam merupakan penganut Katolik yang taat. Di mengawali kariernya dengan University of Hon Kong dan meraih gelar sarjana. Setelah itu ia menjadi pegawai pemerintah Hong Kong di sejumlah lembaga pemerintah pada tahun 1980.

Beberapa lama kemudian dia dikirim untuk mengikuti kursus diploma satu tun untuk program Development Studies di University of Cambridge di Inggris. Perlahan kariernya semakin naik. Tahun 2004, ia ditunjuk menjabat sebagai Direktur Jenderal Kantor London Hong Kong Economics Trade berkantor di Inggris.

Dia lantas kembali ke Hong Kong dua tahun kemudian. Tak lama, ia kemudian diserahi tugas penting pada tahun 2007 sebagai Sekretaris untuk Pembangunan. di masa ini dia dijuluki petarung tangguh.

Lam melepaskan kewarganegaraan Inggrisnya tahun 2007 karena jabatan barunya itu. Suami dan kedua anak laki-laki Lam mempertahankan kewarganegaraan Inggris.

Karir Lam terus menanjak sejak itu. Ketika Hong Kong diguncang demonstrasi besar yang diberi nama The Umbrella Movement pada tahun 2014, Lam ditunjuk pemerintah Cina untuk melakukan pembicaraan dengan para mahasiswa dan pemimpin oposisi yang melakukan aksi protes.

Memperingati 20 tahun Hong Kong dikembalikan Inggris ke Cina, Presiden XI Jinping mengambil sumpah Lam untuk jabatan barunya sebagai pemimpin eksekutif Hong Kong setelah meraih suara terbanyak saat pemungutan suara di Komisi Pemilihan.

Carrie Lam memenangkan 777 suara dari 1.194 anggota Komisi Pemilihan. Lam menjadi perempuan pertama yang memimpin pemerintahan di Hong Kong. Ia disebut sebagai kepanjangan tangan Beijing di Hong Kong.

Sejumlah media internasional menulis Carrie Lam, pemimpin eksekutif Hong Kong ini sebagai sosok yang tangguh dan petarung dalam bernegosiasi. Ia pekerja keras yang sering tidur hanya 3 jam sehari. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.