Rabu, 30 September 20

Mengapa Setan Tidak Terusir Meski Kita Berdzikir? 

Mengapa Setan Tidak Terusir Meski Kita Berdzikir? 
* Berdzikir.

Imam Al Ghazali ditanya oleh seseorang.

“Bukankah setan dapat terusir oleh dzikir?  Saya selalu berdzikir, tapi mengapa setan tak pernah terusir?”

Imam Al Ghazali menjawab, “Setan itu seperti anjing. Kalau kita hardik, anjing itu akan lari menyingkir. Jika di sekitar diri kita masih terdapat makanan anjing, niscaya anjing itu tetap akan datang kembali. Bahkan anjing itu akan selalu mengintai diri kita dan ketika kita lalai, ia akan menghampiri dan memakan makanan itu.”

Begitu pula halnya dengan dzikir. Dzikir tidak akan bermanfaat bila di dalam hati kita masih kita sediakan makanan-makanan setan. Ketika sedang memburu makanan, setan tidak akan takut dihentak dengan zikir apapun.

Pada kenyataannya, bukan setan yang menggoda kita, tetapi kitalah yang menggoda setan dengan berbagai penyakit hati yang kita derita.”

Kita harus membersihkan “kotoran” dalam hati yang kita tanam melalui perilaku kita yang tercela, seperti hasad/dengki, dzhalim, benci, marah, ghibah, namimah, ujub, riya, takabur/sombong, dan sebagainya.  Jika tidak segera dibersihkan, kotoran itu suatu saat akan menjadi terlalu tebal untuk kita bersihkan.

Astaghfirullahal ‘adzhim, na’udzu billahi mindzalik. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.