Rabu, 21 Oktober 20

Mengapa Orang China Tidak Suka Pakai Email?

Mengapa Orang China Tidak Suka Pakai Email?
* Aplikasi WeChat lebih disukai/sangat populer di China. (Foto: teknobur)

Mengapa orang China tidak suka pakai email seperti mayoritas penduduk negara lainnya? Menurut riset tahun 2017, hanya 25% pengguna internet di China yang memanfaatkan email untuk aktivitas sehari-hari.

Lantas kenapa orang China tidak suka menggunakan email, berikut ini adalah penuturan Lu-Hai Liang dari
BBC Worklife :

Mei 2008, saya mengajar di sebuah sekolah swasta di Yangshuo, kota kecil di wilayah selatan China.

Ketika salah satu angkatan baru saja lulus, seorang murid senior menganjurkan saya mengunduh QQ agar kami tetap bisa saling berkomunikasi. QQ adalah aplikasi yang mirip layanan pesan singkat MSN Messenger.

Sebaliknya, saya meminta mereka membuat akun Facebook yang waktu itu belum diblokir pemerintah China.

Saya meminta para murid menambahkan saya sebagai teman di Facebook. Saya memberikan alamat email saya kepada mereka.

Namun hanya beberapa yang melakukannya dan saya sulit mengingat siapa saja mereka.

Nama di akun mereka kerap terbaca seperti ini: zwpzjg59826@126.com.

Saya menilai alamat email itu agak aneh. Pada masa itu, termasuk di Inggris, sangat jarang seseorang membuat alamat email seperti itu.

Beberapa tahun setelahnya, saya bekerja sebagai wartawan dan penulis naskah iklan lepas di Beijing.

Saya hampir tidak pernah menjalin hubungan profesional dengan klien melalui email.

Saya sering menerima pekerjaan menulis naskah iklan melalui ponsel pintar. Pekerjaan itu saya terima melalui aplikasi pesan yang sangat populer di China, WeChat.

Setelah saya menyelesaikan pekerjaan itu, saya mengirimkannya kembali ke klien melalui WeChat.

Saya juga menerima upah lewat aplikasi itu.

Seluruh proses yang saya jalani itu terasa ajaib, terutama soal efektivitas kecepatan dan mobilitasnya.

Masyarakat China mengecek email 22% lebih jarang daripada pengguna ponsel secara global. Persentase itu muncul dalam survei konsumsi ponsel di China tahun 2018 yang dilakukan kantor akuntan internasional, Deloitte.

Sebaliknya WeChat begitu dominan di China. Sekitar 79,1% pengguna ponsel pintar di negara itu merupakan pengguna WeChat.

Adapun, sekitar 84,5% pengguna aplikasi pesan singat di China juga merupakan pengguna WeChat.

Preferensi yang sama juga muncul di perkantoran di China, berdasarkan laporan perilaku pengguna WeChat tahun 2017 yang disusun Penguin Intelligence, sebuah unit penelitian bentukan Tencent.

Laporan itu menyebut bahwa sekitar 88% dari 20.000 orang yang mereka survei mengaku menggunakan WeChat untuk komunikasi kerja harian.

Telepon, SMS, dan faksimile digunakan 59,5% responden. Email berada di urutan ketiga dengan persentase mencapai 22,6%.

Eva Hsu, konsultan citra bisnis digital, merupakan warga negara Taiwan. Dia menghabiskan sebagian masa mudanya di AS. Saat ini dia telah enam tahun bekerja di Shanghai.

Untuk kliennya yang berada di luar negeri, Hsu dia berkomunikasi melalui email dan LinkedIn. Tapi Hsu tidak menggunakan itu untuk kliennya yang berada di China.

“Klien di China cenderung menggunakan WeChat. Mengirim data lewat WeChat adalah cara komunikasi utama,” kata Hsu. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.