Selasa, 29 September 20

Mengapa Dukun Bisa Meramal Masa Depan?

Mengapa Dukun Bisa Meramal Masa Depan?
* Ilustrasi dukun meramal. (Foto:dictio)

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ المَلاَئِكَةَ تَنْزِلُ فِي العَنَانِ: وَهُوَ السَّحَابُ، فَتَذْكُرُ الأَمْرَ قُضِيَ فِي السَّمَاءِ، فَتَسْتَرِقُ الشَّيَاطِينُ السَّمْعَ فَتَسْمَعُهُ، فَتُوحِيهِ إِلَى الكُهَّانِ، فَيَكْذِبُونَ مَعَهَا مِائَةَ كَذْبَةٍ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya para malaikat turun di awan, maka mereka berbicara tentang perkara yang telah ditetapkan di langit, lalu setan berusaha mencuri dengar sampai mereka dapat mendengarnya, kemudian mereka mewahyukannya kepada para dukun, lalu para dukun tersebut menambah satu berita benar tersebut dengan seratus kedustaan dari diri-diri mereka.”
[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]

Asy-Syaikh Abdur Rahman bin Hasan rahimahullah berkata,

“Dukun adalah orang yang mengambil berita dari setan pencuri berita (dari pembicaraan malaikat di langit). Dahulu sebelum diutusnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam banyak terjadi, adapun setelah beliau diutus maka menjadi sedikit, karena Allah ta’ala telah menjaga langit dengan bintang-bintang (untuk melempar mereka).

Dan kebanyakan yang terjadi pada umat ini adalah dari pengabaran setan jin terhadap wali-walinya dari kalangan manusia (para dukun) tentang berita-berita ghaib (masa depan) yang akan terjadi di bumi.

Maka orang yang jahil mengira itu adalah KASYAF (penyingkapan perkara ghaib untuk seseorang) dan KAROMAH (pertolongan Allah untuk wali-Nya).

Manusia kemudian tertipu, mereka mengira yang menyampaikan perkara ghaib dari setan jin tersebut adalah wali Allah, padahal ia termasuk wali setan, sebagaimana firman Allah ta’ala,

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعاًيَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الأِنْسِ وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُمْ مِنَ الأِنْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِي أَجَّلْتَ لَنَا قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

“Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (jin dan manusia), (dan Allah berfirman): ‘Wahai golongan jin (setan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia’.

Lalu berkatalah para wali mereka dari golongan manusia: _’Wahai Rabb kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah mendapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami’._

Allah berfirman:

“Neraka itulah tempat tinggal kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)’. Sesungguhnya Rabbmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”
(Al-An’am: 128).”
[Fathul Majid, hal. 295]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

Channel Telegram:
#taawundakwah

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.