Selasa, 15 Oktober 19

Mengapa Ahok Tak Perlu Bergabung dengan TKN Jokowi-Ma’ruf?

Mengapa Ahok Tak Perlu Bergabung dengan TKN Jokowi-Ma’ruf?
* Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Kutu loncat.  Julukan ini tampaknya pas disematkan kepada Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. Semula ia politisi Partai Perhimpunan Indonesia Baru pada 2004. Lalu pindah ke Golkar pada 2009. Selanjutnya Ahok hijrah ke Partai Gerindra pada 2012.

Petualangan Ahok tak berhenti di situ. Setelah keluar dari bui karena kasus penistaan agama Islam pada 24 Januari 2019, mantan Gubernur DKI Jakarta itu baru-baru ini resmi bergabung dengan PDI-P.

PDI-P bersama Golkar, Nasdem, PPP, PKB, Hanura, dan PKPI adalah pengusung  Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

 

Baca juga:

JK Tolak Ahok Masuk Tim Kampanye Jokowi, Bahaya!

KH Ma’ruf Amin Antusias Sambut Rencana Pertemuan dengan Ahoker

Ahok Benarkan Mau Menikah Lagi

 

Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan Ahok tak perlu bergabung dengan TKN.

“Kalau saya ditanya sebagai Ketua Dewan Pengarah, jangan (Ahok masuk TKN),” kata Wakil Presiden (Wapres) JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Mengapa JK menolak Ahok bergabung dengan TKN? JK memberikan jawaban yang gamblang. Katanya, jika Ahok masuk ke TKN hal itu akan mengingatkan orang akan kasus Ahok. Orang-orang yang sampai saat ini masih meyakini kesalahan Ahok akan mengira capres petahana Jokowi mendukung kesalahan Ahok.

“Bahwa bisa berakibat lagi orang mengingat bahwa ‘oh ini Pak Jokowi dukung orang yang penista agama’, kan bahaya itu, bisa mengurangi suara. Apa saya bilang nanti, jadi lebihlah tenang-tenang, toh pemilu lagi 2 bulan, juga efeknya tidak akan banyak,” tutur JK. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.