Selasa, 26 Oktober 21

Mendekati Akhir 2017, Menteri Susi Tenggelamkan 110 Kapal

Mendekati Akhir 2017, Menteri Susi Tenggelamkan 110 Kapal
* Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Foto: Twitter @kkpgoid)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dipimpin Susi Pudjiastuti memang patut diacungi jempol. Sejak menjabat pada 2014 Susi telah menenggelamkan 317 kapal pencuri ikan yang ada di perairan Indonesia. Mendekati akhir 2017 ini sudah 110 kapal ia tenggelamkan.

“Tahun ini kami sudah menenggelamkan 110 kapal,” kata Menteri Susi kepada wartawan di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra V, Senayan, Jakarta, Jumat, (20/10/2017).

Susi menegaskan, menenggelamkan kapal akan terus dilakukan. Masih ada 90 kapal yang akan dibumihanguskan olehnya. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk ketegasan pemerintah melawan mafia pencurian ikan di laut. “Jangan biarkan ikan kita terus dicuri oleh orang asing,” jelasnya.

Dengan menenggelamkan kapal, Susi menyatakan pemerintah telah menurunkan jumlah pencurian ikan secara drastis. Bahkan, sebelumnya, ada kapal pencuri ikan dari luar negeri yang bisa masuk 8-10 kali untuk menjarah ikan di Indonesia.

“Namun sekarang sudah tidak bisa lagi. Sebab, kami berkoordinasi untuk menjaga kedaulatan perairan Indonesia,” ujarnya.

Susi menyebut pencurian ikan memiliki memiliki dampak besar, kerugian bagi Indonesia bisa mencapai triliun. Bahkan jenis kapal yang berukuran 200-300 gross ton bisa merugikan negara sampai Rp 20-30 miliar untuk satu unit per tahun. Belum lagi, kata Susi, jika kapal tersebut bermuatan 1.000 gross ton, bisa merugikan Indonesia Rp 100 miliar untuk satu unit kapal per tahun.

“Dulu jumlahnya mencapai ratusan kapal yang mencuri ikan di Indonesia, tapi sekarang sudah tidak ada lagi karena pengawasannya sangat ketat. Bahkan, kalau masih ada yang ketahuan mencuri, bisa tetap dikejar walaupun kabur ke negara mana pun,”jelasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.