Senin, 17 Januari 22

Mendagri Minta Pelaku Tolikora Ditindak Tegas

Mendagri Minta Pelaku Tolikora Ditindak Tegas

‎Jakarta, Obsessionnews – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta kepada penegak hukum, untuk mengusut keributan yang terjadi di Kabupaten Tolikora Papua, antara umat Muslim dengan umat Kristiani. Menurutnya, pasti ada provokator dibalik kasus ini.

“Sebagai Mendagri saya minta Polda Papua mengusut tuntas siapa provokator pembakaran dan penyerbuan di Tolikora,” ujar Tjahjo melalui pesan singkatnya, Selasa (21/7/2015).

Senin kemarin (20/7) Tjahjo sudah mendatangi lokasi kejadian di Tolikora. Ia mewakili pemerintah melihat langsung kondisi Tolikora pasca kerusuhan Jumat pagi (17/7). Bahkan ia sudah melakukan komunikasi dengan para tokoh masyarakat setempat untuk mencari tahu apa penyebab sebenarnya kerusuhan.

Menurut pengakuannya, konflik yang terjadi di Tolikora bukan sebabkan karena persoalan suku rasa dan agama (SARA‎). Melainkan karena emosi sesaat masyarakat yang tidak bisa terkontrol.

“Tolikora bukan soal SARA melainkan luapan sekelompok masyarakat yang emosional,” jelasnya.

Tjahjo berharap, situasi dan kondisi bisa berjalan normal kembali, dan masyarakat serta tokoh agama bergotong royong bekerjasama membangun lagi Mushola dan kios-kios yang terbakar. Sehingga, kerukunan antar umat beragama kembali normal.

Sebelumnya, pada saat umat Muslim menggelar shalat Idul Fitri Jumat (17/7/2015). Tiba-tiba sekelompok jemaat Gereja Injili di Indonesia (GIDI) mendatangi Mushala Baitul Mustaqin di Tolikara. Mereka kemudian membakar Mushala.

Kejadian diduga disebabkan, karena kelompok GIDI kesel dengan umat Muslim lantaran pengeras suara yang digunakan dalam shalat Idul Fitri itu mengganggu acara yang juga tengah digelar umat GIDI. Menurut Ketua Persekutuan Gereja dan Lembaga Injil di Indonesia (PGLII) Roni Mandang, kedatangan umat GIDI ke umat Islam dengan cara baik-baik.

Namun, tembakan aparat ke arah umat GIDI membuat situasi menjadi kacau. Situasi semakin kacau begitu diketahui satu orang meninggal dunia akibat rentetan tembakan itu. Akibatnya, warga kemudian membakar kios di sekitar lokasi. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.