Jumat, 2 Desember 22

Mendagri : Kepala Daerah Harus Dapat Tahan Godaan Korupsi

Mendagri : Kepala Daerah Harus Dapat Tahan Godaan Korupsi
* Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengingatkan para kepala daerah supaya dapat menahan godaan untuk tidak melakukan korupsi. Sebab, menurut Tjahjo, kepala daerah paham tata kelola pemerintahan.

“Kepala daerah itu mitra Kemendagri dalam membangun hubungan tata kelola pemerintah pusat dan daerah yang semakin efektif, effsien,” kata Tjahjo, Rabu (14/2/2018).

Ia mengaku terpukul dengan banyaknya kepala daerah yang terciduk Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Untuk itu, kepad kepala daerah yang terjerat KPK, Tjahjo berpesan agar dapat kooperatif dalam penyidikan yang tengah dilakukan.

“Apapun asas praduga tidak bersalah dikedepankan. KPK dalam fungsi pencegahan sudah selalu mengingatkan juga pada Kemendagri dan Pemda provinsi, kabupaten kota sampai desa,” ujar Tjahjo.

Perlu diketahui, Bupati Subang Imas Aryumningsih terjaring OTT KPK terkait kasus dugaan suap terkait izin lahan. Sebelum Imas, ada 2 calon kepala daerah yang dijerat KPK melalui OTT, yaitu Bupati Ngada Marianus Sae dan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko.

Marianus adalah bakal calon Gubernur NTT yang diusung PDIP-PKB. Sedangkan Nyono, yang menjadi petahana di Jombang, kembali maju dalam Pilbup Jombang, yang diusung 5 partai, yakni Partai Golkar, PKB, PKS, Partai NasDem, dan PAN.

Marianus diduga menerima Rp 4,1 miliar dari seorang kontraktor terkait proyek-proyek infrastruktur. KPK juga memprediksi uang suap itu digunakan Marianus untuk kepentingan maju dalam Pilgub NTT 2018.

Sedangkan Nyono diduga menerima suap Rp 200 juta dari pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt Kadinkes) Pemkab Jombang Inna Silestyowati. Duit itu berasal dari pungli dana kapitasi dari 34 puskesmas di Jombang hingga terkumpul Rp 434 juta dari pungli pada Juni-Desember 2017. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.