Sabtu, 21 Mei 22

Mendag: Misi Dagang ke Maroko Dilaksanakan Juni

Mendag: Misi Dagang ke Maroko Dilaksanakan Juni
* Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Wakil Menteri Luar Negeri Maroko Mounia Boucetta. (Foto: Kemendag)

Nusa Dua, Obsessionnews.com – Kesepakatan dengan negara-negara di Afrika belum dapat dilakukan melalui pertemuan bilateral karena adanya kesepakatan regional yang mengikat negara-negara tersebut. Tantangan lainnya adalah dinamika politik internal di kawasan Afrika.

Sebelumnya perdagangan antara Afrika-Indonesia pada tahun 2017 mencapai USD 8,84 miliar atau meningkat sebesar 15,25% dibandingkan tahun 2016.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dalam keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Rabu (11/4/2018).

Tak heran, Enggartiasto Lukita disela-sela acara Indonesia-Africa Forum (IAF) 2018 melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Luar Negeri Maroko Mounia Boucetta pada Selasa (10/4/2018). Salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut yaitu kesepakatan tarif preferensial (PTA).

“Dalam pertemuan tersebut, Maroko menyampaikan dukungan usulan PTA yang disampaikan oleh Indonesia. Untuk itu, sebelum perundingan PTA dimulai, kedua negara akan bertemu di tingkat tenaga ahli sebelum Juni 2018,” ungkap Mendag.

Selain itu juga dibahas peningkatan kerja sama dan kapasitas di antara kedua negara. Indonesia, lanjut Mendag, juga menyampaikan rencana misi dagang ke Maroko yang akan dilaksanakan pada 27-28 Juni 2018.

Maroko merupakan salah satu pasar ekspor non tradisional yang menjadi hub ke pasar Afrika. Total perdagangan Indonesia-Maroko pada 2017 mencapai USD 154,8 juta. Nilai tersebut terdiri atas ekspor Indonesia ke Maroko sebesar USD 86 juta, dan impor Indonesia dari Maroko sebesar USD 68,8 juta. Dengan demikian, Indonesia memperoleh surplus perdagangan USD 17,1 juta.

Enggar juga mengundang para pelaku usaha dari negara-negara itu untuk berpartisipasi di Trade Expo Indonesia 2018 yang akan berlangsung pada 24-28 Oktober 2018 di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE-BSD), Tangerang.

IAF  ini merupakan platform bagi pemerintah dan pelaku usaha Indonesia-Afrika untuk mengeksplorasi dan meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan serta mempromosikan investasi dan kerja sama teknis dengan negara kawasan Afrika.

Pertemuan bergengsi  IAF 2018 digelar di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Nusa Dua, Bali pada 9-11 April 2018. (Popi)

 

Baca juga:

Indonesia-Africa Forum 2018 Dorong Ekspor dan Kerja Sama

Dirgantara Indonesia Sepakat Jual Pesawat ke Dua Negara Afrika

Aljazair, Pasar Non Tradisional, Potensi yang Tak Tersentuh

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.