Sabtu, 16 Oktober 21

Mendag Imbau Pengusaha Ikut Pikirkan Kebaikan Bangsa

Mendag Imbau Pengusaha Ikut Pikirkan Kebaikan Bangsa

Jakarta, Obsessionnews – Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel menghimbau agar para pengusaha tidak hanya memikirkan keuntungan untuk dirinya sendiri, namun juga memikirkan kebaikan bangsa.

“Saya ini juga pengusaha, marilah kita bekerja untuk kebaikan bangsa ini. Jangan kita berfikir hanya untuk keuntungan diri sendiri saja sementara yang lain kita korbankan,” kata dia saat ditemui usai pertemuan dengan Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) di kantornya, Jakarta, Sabtu (31/1/2015).

Ia mengaku, sebagai bagian dari pemerintah yang secara khusus diberi amanah untuk mengurusi masalah perdagangan, pihaknya memiliki kewajiban untuk melindungi konsumen Indonesia dari produk – produk yang merugikan.

“Intinya begini, Kemendag itu punya kewajiban untuk melindungi konsumen Indonesia baik dari sisi kesehatannya, keamanannya dan kenyamanannya. Oleh karena itu sesuatu yang mengganggu kesehatan harus dikontrol peredarannya,” kata dia.

Termasuk, lanjut dia, masalah minuman keras (Miras), impor baju bekas illegal dan apel yang mengandung bakteri merugikan. “Termasuk barang impor dan sebagainya,” tambah dia.

Meski demikian Rachmat mengaku usaha perlindungan yang coba dilakukan oleh Kemendag akan jauh lebih efektif jika didukung oleh para pengusaha yang selama ini selalu bersentuhan langsung dengan pasar.

“Bukan hanya pemerintah, pengusaha juga harus membantu. Berikanlah yang baik untuk bangsa ini,” lanjut dia.

Jangan sampai, tambah dia, nanti ketika terjadi persaingan global orang – orang dari luar negeri terbukti lebih produktif dan merebut pasar dalam negeri hanya karena selama ini tidak pernah ada usaha penjagaan yang serius untuk tidak merusak potensi anak bangsa.

“Padahal kita tidak pernah menjaganya dari awal apa saja hal-hal yang mengganggu daya saing kedepann nanti. Jadi ini bukan hanya masalah dagangan, ini masalah potensi bangsa. Termasuk makanan lain seperti apel yang terkontaminasi,” tutur Rachmat. (Kukuh Budiman)

Related posts