Rabu, 25 Mei 22

Mendag Desak Negara Peserta RCEP Percepat Perundingan

Mendag Desak Negara Peserta RCEP Percepat Perundingan
* Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita menghadiri pertemuan intersesi Menteri Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) ke-5 di Tokyo, Minggu (1/7/2018). (Dok: Kemendag)

Tokyo, Obsessionnews.com –  Para Menteri Ekonomi dari 16 negara peserta Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) kembali melakukan pertemuan intersesinya yang ke-5 di Tokyo, Jepang, pada Minggu (1/7/2018).

Pertemuan itu dalam upaya mendorong penyelesaian perundingan RCEP secara substansial di akhir tahun 2018. Para Menteri juga secara intensif membahas penyelesaian berbagai isu yang belum dapat dituntaskan oleh Komite Perundingan RCEP, khususnya isu-isu yang sensitif secara politis.

Dalam keterangan pers yang diterima Obsessionnews.com, Senin (2/7/2018) dijelaskan, Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita meminta negara-negara peserta RCEP mengedepankan fleksibilitas dalam perundingan. Hal itu untuk mewujudkan pakta perdagangan mega Free Trade Agreement (FTA).

Mendag menyampaikan, meski perundingan sudah berlangsung 5 tahun namun kemajuan perundingan berjalan lambat. Kenyataan bahwa terdapat kesenjangan ambisi di antara negara peserta RCEP di hampir seluruh bidang perundingan. Fakta lainnya bahwa beberapa negara mitra ASEAN tidak mempunyai hubungan FTA dengan sesama Negara Mitra ASEAN, misalnya antara India dan RRT, mengakibatkan kesepakatan sulit dicapai.

Pada kesempatan intersesi ini, Menteri Enonomi ASEA bertukar pikiran tentang bagaimana menjembatani kesenjangan ambisi ini. “Para Menteri Ekonomi ASEAN akan mempertimbangkan untuk memberikan kesempatan waktu yang lebih lama bagi Negara Mitra tersebut, khususnya yang belum memiliki perjanjian FTA dalam memenuhi kesepakatan menuju kesepakatan yang bersifat “common consession”nantinya,” ujar Mendag.

Menurutnya, para Menteri RCEP sangat menyadari bahwa penyelesaian perundingan RCEP tahun ini sangat krusial. Ini mengingat situasi perdagangan global yang saat ini sedang menghadapi maraknya tindakan proteksionisme yang melahirkan tindakan perang dagang (trade war) dan dikhawatirkan akan berdampak trade diversion dimana terjadi pengalihan ekspor dari negara yang sedang perang dagang ke negara lain.

Para Menteri menyambut baik kemajuan yang dicapai tim perunding pada semua bidang dan memberikan arahan dan langkah-langkah strategis yang perlu dan harus ditempuh oleh tim perunding untuk memastikan penyelesaian perundingan secara substansial di akhir tahun ini.

“Dengan arahan dan langkah-langkah strategis, tim perunding diharapkan dapat fokus menyelesaikan isu-isu perundingan baik terkait akses pasar, aturan, dan regulasi fasilitasi perdagangan serta teks perjanjian itu sendiri di akhir tahun 2018,” tandas Mendag.

Di sela-sela pertemuan RCEP, Mendag juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Hiroshige Seko dan Wakil Menteri Perdagangan China Wang Shouwen. Selain itu, Mendag juga melakukan pertemuan dengan petinggi dari manajemen Toyota dan Daihatsu Group.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perundingan Internasional yang juga Ketua Tim Perunding RCEP (TNC) Iman Pambagyo menambahkan, RCEP memiliki banyak manfaat bagi Indonesia.

Melalui RCEP, industri dan perekonomian Indonesia akan terhubung dengan lebih baik ke dalam rantai pasokan di kawasan sehingga akan terjadi peningkatan daya saing.

RCEP juga akan mendorong peningkatan akses pasar bagi UMKM. RCEP mengatur fasilitasi perdagangan yang dapat mengakomodir UKM dalam mendapatkan bahan baku untuk usahanya dan dapat pula memasarkannya ke 15 negara peserta RCEP lainnya. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.