Rabu, 28 Oktober 20

Mendag Desak Maroko Selesaikan PTA

Mendag Desak Maroko Selesaikan PTA
* Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita menghadiri Forum Ekonomi Fes Meknes di Fes Marriott Hotel Jnan Palace, Maroko, Rabu (27/6/2018). (Dok: Kemendag)

Fes, Obsessionnews.com – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita mendesak pemerintah Maroko untuk segera memulai perundingan Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreement/ PTA).

Saat menghadiri Forum Ekonomi Fes Meknes di Fes Marriott Hotel Jnan Palace, Maroko, Rabu (27/6/2018), Enggartiasto mengatakan salah satu cara meningkatkan hubungan dagang dengan Indonesia adalah dengan menyelesaikan PTA.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Jumat (29/6) dijelaskan, jika kedua negara sepakat untuk segera menyelesaikan perundingan PTA, maka Maroko dapat menjadi gerbang masuk produk Indonesia ke pasar afrika dengan pasar sebesar 500 juta penduduk.

Begitu sebaliknya, Maroko pun dapat melihat Indonesia sebagai gerbang masuk pasar ASEAN sebesar 600 juta penduduk serta pasar anggota Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) sebesar 3,4 miliar penduduk.

Terkait minyak kelapa sawit, Mendag Enggar menyampaikan pentingnya komoditas ini bagi Indonesia dan Afrika. Sektor ini berkontribusi menyediakan lapangan pekerjaan bagi 16,5 juta warga Indonesia. Sementara di Afrika, 12,5 miliar orang menggantungkan hidup pada sektor ini.

“Kami harap Indonesia dan negara produsen minyak kelapa sawit di Afrika dapat bekerja sama melawan kampanye negatif terhadap minyak kelapa sawit yang dilakukan negara-negara maju. Perdagangan haruslah dijalankan secara adil, terutama di sektor yang berkontribusi sangat signifikan terhadap perkembangan pedesaan dan pengentasan kemiskinan,” tegas Mendag Enggar.

Mendag juga mengundang para pengusaha Maroko untuk datang ke pameran ekspor terbesar di Indonesia yaitu Trade Expo Indonesia 2018 yang akan digelar untuk ke-33 kalinya pada 24-28 Oktober 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten.

Paviliun Indonesia

Pada Forum Ekonomi Fes Meknes 2018, Indonesia berkesempatan untuk menampilkan sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia kepada para peserta. Produk yang ditampilkan kali ini antara lain kopi, gula, perhiasan, ban mobil, mi instan, fesyen, mainan anak, dan pupuk.

Dalam dua dekade terakhir, ekspor utama Indonesia ke Afrika adalah minyak kelapa sawit, kertas, mesin, kendaraan bermotor, karet, serta makanan dan minuman. Sementara itu, Indonesia mengimpor dari Afrika utamanya minyak dan gas, kapas, bubur kertas, besi, dan baja. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.