Sabtu, 1 Oktober 22

Mendag Akui Stabilkan Logistik Manfaat dari Program Tol Laut

Mendag Akui Stabilkan Logistik Manfaat dari Program Tol Laut

Jakarta, Obsessionnews.com – Program Tol Laut yang dicanangkan era Presiden Joko Widodo mulai dirasakan keunggulannya oleh masyarakat luas.

Model tol laut logistik diyakini dapat menjadi solusi dalam menekan disparitas harga-harga barang di daerah atau pulau terluar, terdalam, terdepan seperti di pulau Natuna.

Selain itu, juga dapat menstabilkan stok distribusi barang kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan terigu ke wilayah Indonesia Timur seperti Ambon, Manado, Kupang, Jayapura, dan Manokwari, yang akan terus dipasok dari Surabaya dan Makassar.

Sementara cabai, bawang, dan sayuran dipasok dari Manado, Surabaya, dan Pulau Seram.

Tak heran, Kementerian Perdagangan telah meminta para distributor untuk tetap menyediakan barang kebutuhan pokok sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Para distributor juga diperingatkan agar tidak melakukan penimbunan dan menaikkan harga secara berlebihan sehingga dapat memberatkan masyarakat.

”Secara umum, kondisi distribusi pasokan barang kebutuhan pokok tersebut berjalon Ioncar don tidak mengalami hambatan,” kata Mendag Enggartiasto Lukita saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (23/12/2016).

Ditambah lagi, lanjutnya, dengan adanya program tol laut membuat distribusi pasokan barang kebutuhan pokok menjadi lebih lancar.

Mendag juga menjamin pasokan barang kebutuhan pokok aman hingga 2-3 bulan ke depan. Stok di tingkat distributor untuk komoditas yang tidak mudah rusak seperti beras, gula, minyak goreng, dan tepung terigu terpantau dalam kondisi cukup.

”Saat-saat menjelang tahun baru ini, para distributor telah mengantisipasi dengan menambah persediaan barang untuk memenuhi kenaikan permintaan,” jelas Mendag.

Sedangkan, stok beras di Divisi Regional di beberapa daerah tersebut juga dilaporkan cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan hingga Maret 2017. Stok tersebut terdiri dari Stok beras PSO (untuk raskin dan Operasi Pasar) dan stok beras komersial.

”Jumlah pasokan barang kebutuhan pokok di pasar tradisional, khususnya untuk komoditas yang mudah rusak seperti cabe, bawang, sayuran dilaporkan relatif cukup tersedia dan tidak ada permasalahan karena belum ada gangguan pasokan,” lanjut Mendag.

Stabilitas stok dan harga tak luput dari kerjasama dengan pelaku usaha diantaranya dengan Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI), Asosiasi Pedagang Gula Indonesia (APGI), Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) dan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO).

Selain itu, Kemendag juga telah melakukan fasilitasi pelaksanaan penandatanganan mou kemitraan pendistribusian daging antara Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dengan Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) pada 21 Desember 2016 dalam rangka pendistribusian daging sapi dengan harga Rp80.000/kg sesuai dengan harapan Pemerintah. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.