Jumat, 24 September 21

Menag Diminta Penuhi Hak-hak Keluarga Korban Jemaah Haji

Menag Diminta Penuhi Hak-hak Keluarga Korban Jemaah Haji

Jakarta, Obsessionnews – Komisi VIII DPR RI meminta kepada Kementerian Agama untuk segera memberikan hak-hak jemaah haji yang menjadi korban dalam musibah jatuhnya crane, peristiwa di Mina.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi VIII, Saleh Partaonan Daulay. Ia mengatakan, hak-hak yang yang harus terpenuhi itu diantaranya, asuransi dan realisasi janji santunan bagi korban. Sampai saat ini, kata dia bantuan untuk para korban masih wacana.

“Saat ini, Kementerian Agama sedang melaksanakan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2015. Persoalan hak-hak jemaah dan keluarganya ini tidak boleh diabaikan. Yang bisa mengurus hal itu hanyalah Kementerian Agama,” ujar Saleh di Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Saleh mengungkapkan, sesuai aturan seluruh jemaah haji berhal mendapatkan klaim dari perusahaan asuransi. Pasalnya, para jemaah haji Indonesia diwajibkan membayar asuransi, yang masuk dalam Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Karena itu, jemaah yang terkena korban wajib mendapat santunan.

“Saya tidak tahu nilai besaran santunan yang mesti dibayar oleh perusahaan asuransi. Mungkin berbeda-beda. Antara yang cacat dan meninggal dunia juga mungkin berbeda. Yang bisa saya pastikan adalah bahwa seluruh jemaah haji Indonesia diasuransikan oleh pemerintah,” tuturnya.

Selain itu, Politisi PAN, ini juga medesak Kemenag untuk meminta kejelasan Raja Arab Saudi yang berjanji akan memberikan santunan kepada seluruh jemaah haji yang menjadi korban jatuhnya crane dan musibah Mina. Raja Arab Saudi berjanji akan memberikan Rp 3,8 miliar untuk para keluarga korban.

“Pembayaran klaim asuransi dan realisasi santunan itu adalah bagian dari perlindungan jemaah. Sementara, perlindungan terhadap jemaah adalah amanat UU yang mesti dilaksanakan,” katanya.‎ (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.