Kamis, 26 November 20

Memuakkan! Oknum Polisi Bekasi Masih Lakukan Pungli

Memuakkan! Oknum Polisi Bekasi Masih Lakukan Pungli
* Di pos di depan Taman Makam Pahlawan Bekasi inilah oknum-oknum polisi melakukan pungli.

Bekasi, Obsessionnews – Sungguh memuakkan! Kendati sering dikritik di media massa, sejumlah oknum polisi di jajaran Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat, masih terus melakukan pungli.

Pantauan Obsessionnews.com Minggu (13/12/2015) pagi beberapa oknum polisi melakukan pungli di sebuah pos yang terletak di depan Taman Makam Pahlawan Bekasi, Jl. Juanda, Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Pos tersebut populer dengan sebutan pos pungli, pos pemalakan, pos pemerasan, dan sebutan-sebutan negatif lainnya.

Oknum-oknum polisi menilang pengendara motor yang tidak berhelm, lalu menggiring mereka ke pos. Di dalam pos oknum-oknum polisi menawarkan kepada pengendara motor apakah mau ditilang atau berdamai?

Para pengendara motor memilih berdamai. Tawar-menawar pun terjadi. Oknum-oknum polisi minta uang Rp500 ribu hingga Rp1 juta agar pengendara motor tidak ditilang. Biasanya pengendara motor menawar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu. Setelah disepakati uang damai, pengendara motor diperbolehkan meninggalkan pos.

Tiap hari sedikitnya 150 motor yang ditilang, dan semuanya diselesaikan dengan uang damai.

Selain itu oknum-oknum polisi juga rajin menilang angkot, bus, dan truk. Ada-ada saja kesalahan yang mereka cari, yakni pura-pura mengecek SIM dan STNK. Jika ditemukan SIM sudah kadulawarsa, ini merupakan kesempatan oknum-oknum polisi melakukan pemerasan. Dengan gayanya yang khas oknum-oknum polisi menakut-nakuti sopir-sopir itu, bahwa mereka melanggar hukum dan bisa dipidana. Agar tidak diproses secara hukum mereka ditawari untuk memberikan sejumlah uang kepada oknum-oknum polisi. Dalam sehari rata-rata 50 angkot, bus, dan truk yang menjadi korban pemerasan oleh oknum-oknum polisi.

Kasus pungli itu sudah lama terjadi, dan tampaknya dibiarkan saja oleh Kapolresta Bekasi Kota. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.