Sabtu, 26 September 20

Memerangi Kabut Ketidaktahuan

Memerangi Kabut Ketidaktahuan
* Hendrajit. (Foto: dok. pribadi)

Oleh: Hendrajit, Direktur Eksekutif Global Future Institute

YANG harus kita perangi saat ini adalah kabut ketidaktahuan. Begitu kabut atau tabir tersingkap, maka kita segera mengerti siapa musuh kita. Orang-orang yang pura-pura nggak tahu padahal tahu, dan orang-orang yang tahu tapi nggak mau tahu.

Artinya kita segera tahu, bahwa saat kita tidak saja menghadapi sistem yang tidak sesuai dengan karakter dan sifat kolektif bangsa kita. Bahkan sistem yang asing itu kemudian sudah membudaya atau jadi budaya.

Misalnya munafik atau berbohong, yang tidak sesuai kata dan perbuatan, banyak politisi kita yang tidak memandang itu sebagai kemunafikan apalagi kejahatan. Sedangkan kita yang memandang itu sebagai kemunafikan dan kejahatan, malah dikira orang aneh atau nggak waras.

Korupsi seperti tindak penyuapan, mark up atau bikin pembengkakan anggaran atau pembukuan ganda dan penyalahgunaan posisi jabatan untuk kepentingan diri dan kelompok, dianggap wajar-wajar saja. Sedangkan kita yang memandang itu sebagai gejala kejahatan, dipandang orang aneh atau nggak waras.

Jadi untuk melawan dan mengembalikan jatidiri bangsa dan membuat sistem yang sesuai kepribadian nasional dan kearifan lokal bangsa, harus ada gerakan revolusi yang bercorak counter culture atau budaya tandingan. Counter culture revolution.

Tanpa harus meniru Iran, karena pasti juga belum tentu cocok dengan negeri kita. Namun success story Iran dalam Revolusi 1979 menumbangkan dinasti Pahlevi, kiranya bisa jadi inspirasi kita, karena watak revolusinya yang berbasis counter culture.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.