Senin, 26 Oktober 20

Membelokkan Sejarah

Membelokkan Sejarah
* Hendrajit. (Foto: dok. pribadi)

Oleh: Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, dan Direktur Eksekutif Global Future Institute

Baiknya fokus saja tentang pertemuan Breton Wood 1947 yang menjadi dasar terbentuknya skema penjajahan gaya baru, kapitalisme berbasis korporasi.

Jangan dikaitkan ke the Green Hilton Agreement antra John Kennedy dan Bung Karno. Itu merupakan pengggiringan opini agar keluar dari konteks soal sesungguhnya. Sudah beraroma klenik dan mitologis ketimbang historis.

Apalagi dalam Hilton Agreement itu hendak dibangun kesan seakan ada kaitannya dengan harta para raja nusantara yang seakan berpiutang pada negara-negara penjajah. Menurut saya, nggak ada itu. Bahkan mau bangun kesan bahwa kita tidak benar kalau dijajah Belanda 350 tahun.

Intinya mau membelokkan sejarah nusantara kita. Bahwa dengan kesan seakan para raja nusantara memberi utang kepada asing, berarti mau menyihir kita selama ini tidak ada penjajahan asing di Indonesia. Seperti 350 tahun penjajahan belanda di bumi nusantara. Caranya harus diakui halus, dengan memberikan kebanggaan semu pada raja-raja nusantara dan bangsa Indonesia.

Ini namanya membelokkan sejarah. Jelas merupakan bagian dari Perang Asimetris juga melalui sosial-budaya.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.