Minggu, 26 Januari 20

Membaca Tren Global

Membaca Tren Global
* Hendrajit. (Foto: dok. pribadi)

Oleh: Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, dan Direktur Eksekutif Global Future Institute

 

Ketika Islam lagi jaya-jayanya di Turki, Iran dan Moghul, India, pada abad ke-13 dan abad ke-14, mereka tidak mengetahui kalau Eropa sedang menggeliat. Sehingga tidak sadar ada tiga tren yang kelak jadi fondasi kolonialisme dan imperialisme Eropa ke Timur.

Pertama, reformasi Kristen terhadap Katolik Roma yang dipelopori Martin Luther.

Kedua, munculnya ilmuwan-ilmuwan yang menghasilkan temuan-temuan baru yang diilhami oleh filsafat Yunani. Hanya saja karena revolusi keilmuan itu tidak bersumber dari agama, maka kemudian jadi benih lahirnya sekularisme dan gagasan modernisasi.

Ketiga, seiring dengan menguatnya dorongan orang Eropa menjelajah dunia timur, maka muncul temuan-temuan jalur laut dan maritim. Seperti Columbus menemukan benua Amerika. Maupun Magellan dan Bartolomeus Diaz.

Temuan Columbus berupa benua Amerika yang semula dia sangka India, bukan hal yang terpenting. Melainkan munculnya kesadaran adanya jalur maritim bagi orang Eropa menuju Hindia Timur seperti Indonesia dan Semenanjung Malaya. Atau jalur ke Tanjung Harapan menuju ke Timur Tengah dan Afrika Utara.

Kesadaran geopolitik maritim berupa pengetahuan atas jalur jalur laut inilah yang kemudian diolah Eropa seperti Inggris, Prancis, Belanda, Spanyol, dan Portugis untuk melancarkan ekspansi niaga ke Asia, Afrika, Timur Tengah dan Pasifik.

Inilah tiga tren global yang tidak disadari kerajaan-kerajaan Muslim yang merasa lagi jaya-jayanya. Sehingga menggeliatnya Eropa tidak dipandang sebagai sesuatu yang berbahaya di masa depan.

Intinya kalau tidak mampu membaca tren, baik tren global maupun lokal, kita tidak bisa paham apa pola ancaman yang sedang kita hadapi. Apalagi menangkalnya.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.