Rabu, 27 Oktober 21

Membaca Gestur Sudirman Said di Sidang MKD

Membaca Gestur Sudirman Said di Sidang MKD
* Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said. (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menjadi ‘bintang’ saat bersaksi di sidang Makamah Kehormatan Dewan (MKD) di Gedung DPR, Rabu (2/12/2015). Jutaan mata menyaksikan sidang yang membahas dugaan pelanggaran kode etik Ketua DPR Setya Novanto yang disiarkan secara langsung oleh TV tersebut. Sudirman dengan piawai menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para anggota MKD. (Baca: Gerak-Gerik Misterius Sudirman Said di Persidangan MKD)

Namun, sedikit orang yang memperhatikan gesturnya dalam sidang tersebut.

Dalam sidang yang sangat penting itu Sudirman terlihat sering melihat HP-nya yang ditaruh di meja sambil menjawab pertanyaan. Tampaknya dia membaca pesan di HP-nya yang berasal dari orang-orang penting. Semakin diserang oleh pertanyaan-pertanyaan tajam dari politisi Gokar, Sudirman terlihat semakin sering melihat HP. Apakah orang penting yang berkirim pesan itu membantu Sudirman menangkis serangan? (Baca: Setya Novanto dan Sudirman Said Langgar Hukum)

Keleluasaan Sudirman mengaktifkan HP-nya tersebut luput dari perhatian pimpinan MKD. Semestinya Sudirman dilarang mengaktifkan HP-nya di acara tersebut. (Baca: Hendrajit: Freeport Berhasil Adu Domba Pemerintah dan DPR)

Perhatikan juga gestur Sudirman saat menjawab pertanyaan para anggota MKD. Ekspresi wajah dan suaranya datar ketika menjawab pertanyaan 11 anggota MKD yang berasal dari Partai Nasdem, PDI-P, Hanura, PAN, PKS, Partai Demokrat, dan PKB. Pasalnya, kesebelas anggota MKD itu yang mendukung melanjutkan persidangan dengan menuntaskan verifikasi dalam voting sehari sebelumnya, Selasa (1/12). (Baca; Mengurai Misteri Pertemuan Freeport)

Sebaliknya, Sudirman emosional ketika menjawab pertanyaan enam anggota MKD dari Golkar, Gerindra, dan PPP. Mereka tidak setuju dilanjutkan persidangan, tapi kalah voting. (Baca: Usir Freeport dari Bumi Indonesia!)

Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dari Fraksi Golkar, Kahar Muzakir, mencecar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengenai izin ekspor konsentrat kepada PT Freeport Indonesia. (Baca: Seandainya Semua Emas Freeport Dimiliki Indonesia (Bagian 1))

“Apakah betul Saudara mengizinkan PT Freeport Indonesia mengekspor konsentrat?” kata Kahar. (Baca: Seandainya Semua Emas Freeport Dimiliki Indonesia (Bagian 2 – Selesai))

Sudirman mengakui dia memberikan izin ekspor konsentrat. Tetapi, dia merasa pertanyaan tersebut sudah melebar dari laporannya soal pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla yang diduga melibatkan Ketua DPR Setya Novanto. (Baca: Ini Transkip Lengkap ‘Papa Minta Saham’)

“Apakah pertanyaan ini relevan?” kata Sudirman dengan nada tinggi.

Kahar pun merasa pertanyaan ini relevan sebab dia menilai izin ekspor konsentrat bertentangan dengan UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara.

Dia mengaitkan pelanggaran ini dengan pernyataan Sudirman Said yang berniat memburu rente.

“Kalau Anda melanggar UU, jangan-jangan Anda bagian dari itu (rente),” serang Kahar.

“Saya sudah jelaskan di Komisi VII. Saya tidak merasa melanggar hukum, Yang Mulia menuduh saya dan menghakimi saya,” ujar Sudirman dengan emosi.

Setelah itu, Kahar pun bertanya mengenai izin kepada Freeport untuk membuat limbah racun di tanah Papua.

“Tidak, saya tidak pernah izinkan. Kami dapat laporan dari tim, tentu ada manajemen lingkungan, ini bicara PT Freeport atau pengaduan,” jawab Sudirman.

Selain mencecar soal izin ekspor dan pembuangan limbah Freeport, Kahar juga masih bertanya seputar bukti rekaman yang dianggapnya ilegal.

Seperti diketahui, Sudirman melaporkan Ketua DPR Setya Novanto ke MKD) karena dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meminta saham PT Freeport Indonesia, Senin (16/11/2015). Selain itu juga menyerahkan transkip pembicaraan antara Setya dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, dan pengusaha migas Riza Chalid. Selanjutnya Rabu (3/12) Sudirman menyerahkan rekaman pembicaraan Setya Novanto, Maroef Sjamsoeddin, dan Riza Chalid kepada MKD. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.