Sabtu, 28 Januari 23

Melihat Latihan Fisik ‘Gila-Gilaan’ Rio Haryanto

Melihat Latihan Fisik  ‘Gila-Gilaan’ Rio Haryanto

Melbourne, Obsessionnews – Penampilan pembalap Rio Haryanto saat tampil di Grand Prix Australia, Minggu (19/3) tak mengecewakan, meskipun terhenti lantaran gangguan mesin. Dibalik kepiawaiannya mengendalikan mobil no.88 dengan mesin MRT05 itu, butuh fisik dan psikis yang paripurna.

Mengemudikan mobil secara kompetitif menuntut fisik yang prima. Seusai lomba, seorang pembalap bisa kehilangan hingga 2 kg bobot badannya. Panas kokpit hingga lebih dari 50 derajat Celsius membuat tubuh cepat dehidrasi. Demikian dilansir dari laman resmi www.rioharyanto.com, Senin (21/03).

Bisa dilihat koleksi fotonya di akun resmi Rio Haryanto di laman Facebook. Bagaimana pembalap Manor Racing ini, harus latihan fisik yang ‘gila-gilan’. Mulai dari berenang, panjat tebing, bersepeda, sampai latihan di pusat kebugaran.

Baca juga:

Sahabat Rio; Rio Pasti Sukses di Bahrain

Pembalap F1, tak Cukup Fisik Prima Semata

Rosberg Juara GP Australia, Menpora Tetap Dukung Rio

Hamilton Pole Position, Rio di Posisi 22

 

Latihan Fisik Rio Haryanto 1

Mengemudikan F-1. membutuhkan, akselerasi dan deselerasi mobil dapat menghasilkan g-force yang mencapai angka 5 g. Artinya, Rio harus menahan beban hingga lima kali lipat berat badannya saat mengemudi. Tidaklah mengherankan mengapa latihan yang penuh disiplin adalah hal yang wajib.

Untuk menjaga kebugarannya, Rio menjalani berbagai latihan fisik seperti lari jarak jauh, angkat beban, atau berenang. Otot-otot leher, tangan, hingga kaki yang kuat dibutuhkan untuk melawan g-force yang fenomenal.

Saat mengemudi dalam kecepatan tinggi, koordinasi mata dan tangan yang baik sangat diperlu-kan. Asupan nutrisi yang sehat berimbang pun tidak boleh dilupakan Rio.

Latihan Fisik Rio Haryanto 4

Secara mental, Rio harus siap menghadapi segala kemungkinan dan fokus berkonsentrasi pada jalannya lomba. Ketika mengalami kendala, perlu konsis-tensi, semangat, dan keyakinan yang kuat untuk mencetak hasil yang lebih baik.

Rio telah menyelesaikan kuliah program sarjananya di sebuah kampus di Singapura, di sela-sela kesibukan aktivitas balap dan sekarang memiliki waktu tambahan untuk berlatih.

Semoga penampilan Rio Haryanto di balapan berikutnya di Bahrain, 3 April mendatang bisa memuaskan. Tak lagi terbentur gangguan mesin dan sebagainya. (rez)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.