Minggu, 17 Oktober 21

Melihat Bule Belajar Membatik di Universitas Pekalongan

Melihat Bule Belajar Membatik di Universitas Pekalongan

Pekalongan, Obsessionnews – Sejumlah  mahasiswa asing yang tergabung dalam Asian Internationale et Studiant Sociale Economic Commerciale (AIESEC) berkunjung ke Fakultas Teknik Batik Universitas Pekalongan (Unikal), Jawa Tengah, Sabtu (14/2). Mereka disambut oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Batik Unikal. Para mahasiswa asing itu merupakan gabungan mahasiswa dari berbagai penjuru dunia, antara lain Perancis, Jerman, Brasil, China, dan Jepang. Kunjungan mereka dalam rangka untuk mengetahui teknik membatik.

Acara berlangsung selama kurang lebih empat jam dan dibuka oleh Dekan Fakultas Batik Zahir Mhum dan Wakil Rektor III Universitas Pekalongan Dr. Ir. Benny Diah Madusari Msi. Dalam sambutannya, Zahir menjelaskan uraian tentang sejarah batik, cara membatik tulis dan pengenalan warna-warna batik. Mahasiswa asing tersebut terlihat takzim dan mengikuti mata kuliah singkat yang diberikan oleh Zahir.

Dekan Fakultas Teknik Batik  Universitas Pekalongan Zahir membuka  workshop membatik
Dekan Fakultas Teknik Batik Universitas Pekalongan Zahir membuka workshop membatik

Sementara itu Benny Diah Madusari mengatakan, acara ini sangat bermanfaat bagi civitas akademika di Unikal dan AIESEC. Dengan adanya kegiatan tersebut, mahasiswa Unikal dapat berkomunikasi dan menerapkan bahasa Inggris kepada mahasiswa asing yang datang. Begitu pula sebaliknya, mahasiswa mancanegara mendapatkan ilmu tentang teknik dan cara membatik khas kota Pekalongan.

“Acara ini sangat bermanfaat bagi para mahasiswa di sini, khususnya dalam penerapan bahasa asing agar bisa lebih mantap dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) nantinya. Begitu juga mahasiswa asing dapat lebih mengenal tentang dunia batik dan mampu menyebarkan kesenian batik ke negaranya masing-masing,” tutur Benny kepada obsessionnews.com

Puluhan mahasiswa asing tersebut merasa senang dapat mengikuti kegiatan ini. Mereka bersyukur mampu belajar langsung cara membatik karena dapat mengenal lebih lanjut tentang dunia batik yang selama ini hanya mereka dapat secara online.

Absolutely, I’m so excited about this lesson. We feel so gratefull because we an participate in here. Many of us knowing batik just from internet,” ujar Nicholas, anggota AIESEC asal Brasil.

Banyak kelucuan terjadi selama acara. Seperti beberapa peserta yang kesulitan memegang canting ketika akan melukis batik di atas kain. Tak sedikit pula tangan peserta yang tersengat api ketika memanaskan malam. Namun hal tersebut membuat acara semakin meriah dan sangat menarik.

Para mahasiswa Unikal pun terlihat asyik mengajari bule-bule yang datang. Mereka tak segan-segan bercanda sambil sesekali mengomentari hasil karya mahasiswa asing tersebut.

“Untuk standar orang asing lumayan baguslah. Kami seneng ada mahasiswa asing mau belajar membatik. Jadi dengan adanya kunjungan ini batik Pekalongan tambah tenar di luar negeri,” kata Nia, mahasiswi Fakultas Ekonomi Unikal.

Dengan adanya kegiatan membatik ini diharapkan mampu membawa batik ke kancah mancanegara. Apalagi baru-baru ini Kota Pekalongan mendapatkan penghargaan sebagai kota kreatif dunia.

“Semoga saja setelah ini batik Pekalongan bisa lebih dikenal di luar negeri. Tentu saja dengan ini warga di belahan dunia lain dapat tertarik datang ke sini dan mempelajari batik,” tandas Benny di akhir acara. (Yusuf Isyrin Hanggara)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.