Jumat, 13 Desember 19

Melalui Video, Rizieq Shihab Mengaku Sudah Minta Bantuan KBRI untuk Pulang

Melalui Video, Rizieq Shihab Mengaku Sudah Minta Bantuan KBRI untuk Pulang
* Reuni alumni 212 di Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019). (Foto: Twitter @fadlizon)

Jakarta, Obsessionnews.com – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq menuding pemerintah telah banyak berbohong terkait masalah kepulangannya yang tidak mau disalahkan. Misalnya soal anggapan bahwa Rizieq tidak mau melakukan komunikasi dengan KBRI Arab Saudi untuk mengurus kepulangannya.

Dalam rekaman video yang disiarkan di aksi reuni 212, yang digelar di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019), Rizieq menegaskan telah mengontak duta besar Indonesia untuk Arab Saudi di Riyadh. Ia menghubungi kedutaan tak lama setelah mendapat surat pencegahan ke luar negeri dari pemerintah Arab Saudi.

“Bahkan duta Besar RI yang berkedudukan di Kota Riyadh, mengrim seorang utusan secara resmi. Yakni ketua Pos Badan Intelejen Negara (BIN) yang ada di KBRI Riyadh ke rumah saya di Kota Suci Mekkah,” kata Rizieq dalam video itu.

Pihak kedutaan kata Rizieq juga telah meminta sejumlah berkas keimigrasian dalam bentuk fotokopi. Paspor hingga visa pun sudah diberikan. Rizieq juga mengaku sempat berbicara dengan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi melalui ponsel petugas itu.

“Saya sempat menawarkan Pak Dubes untuk mampir ke datang ke Mekkah. Bahkan saya ucapkan terima kasih sudah mengirim petugas. Saat itu Pak Dubes juga mengingatkan saya, agar memberikan keterangan yang selengkap lengkapnya.”

Pernyataan Rizieq sekaligus membantah omongan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, yang mengatakan Rizieq belum meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk kepulangannya. Mahfud juga membantah tudingan Rizieq bahwa pemerintah telah meminta pemerintah Arab Saudi untuk mencekal Rizieq.

Rizieq membantah dan menegaskan bahwa ia betul-betul dicekal oleh pemerintah Arab Saudi atas permintaan Indonesia. Ia mendasarkan argumennya pada ucapan dua Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, yang mengatakan ada negosiasi antar pejabat tinggi dua negara terkait kepulangannya.

Atas dasar itu, ia menilai pemerintah telah berbohong dan merasa dirinya sebagai korban pengasingan dari pemerintah Indonesia. “Jadi permintaan saya, stop kebohongan. Bangsa ini sedang membutuhkam kejujuran pemimpinya,” tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.