Rabu, 1 Desember 21

Melalui Program PTSL, Petani Rengat Kini Miliki Sertifikat Tanah

Melalui Program PTSL, Petani Rengat Kini Miliki Sertifikat Tanah
* Supah Ahmadi (43) salah seorang petani yang tinggal di Kecamatan Rengat terima Sertifikat Tanah. (Foto: Hms ATR/BPN)

Kab. Indragiri Hulu, Obsessionnews – Pernahkan Anda mendengar nama Kota Rengat? Rengat merupakan salah satu kota di Tanah Rancang Kuning, terletak sekitar 200km dari pusat pemerintahan Provinsi Riau. Menuju ke kota yang khas dengan sajian bolu berendam ini tidak ada akses lain kecuali menempuh perjalanan darat melewati perbukitan selama empat jam lamanya.

Seperti sebagian besar masyarakat di Pulau Sumatra yang berprofesi sebagai petani, masyarakat Riau pun demikian. Tidak heran terlihat dari hamparan kebun yang menjadi pemandangan di sepanjang jalan dari Pekanbaru menuju Indragiri Hulu.

Supah Ahmadi (43) salah seorang petani yang tinggal tidak jauh dari Kecamatan Rengat, merasakan berkat dari profesinya. Sebagai seorang petani, ia dapat menghidupi keluarganya dari hasil panen perkebunan yang ia miliki. Tetapi, setelah bertahun-tahun ia menjadi petani, Supah Ahmadi memiliki kegalauan tersendiri di mana tanahnya belum memiliki kepastian hukum.

Sampai pada tahun 2020 akhir, di desa tempat tinggalnya tersentuh program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). “Jadi pada tahun 2020 kami mendapat undangan sosialisasi program pendaftaran tanah dari Kantor Pertanahan Kabupaten Indragiri Hulu dan Pemerintah Desa setempat yang ternyata program PTSL,” tutur Supah Ahmadi saat menceritakan awal mulanya proses pembuatan sertipikat yang ia terima pada Rabu (03/03/2021).

Setelah ia sadar akan pentingnya kepastian hukum hak atas tanahnya juga program ini menguntungkan baginya, ia pun bergegas untuk mengumpulkan berkas kepada petugas BPN yang berada di desanya untuk segera dilakukan pendaftaran. “Prosesnya diukur dulu oleh BPN baru saya melaksanakan pendaftaran, setelah saya daftarkan ke petugas desa kemudian saya diantar ke petugas BPN yang ditempatkan di desa masing-masing untuk melakukan pengumpulan berkas pertanahan yang saya miliki,” ucap Supah Ahmadi.

Saat menceritakan hal ini, Ia pun masih belum percaya kalau ternyata pembuatan sertipikat saat ini dapat dilakukan dengan proses yang cepat dan biaya yang murah. “Prosesnya sekarang cepat sekali, saya tidak menyangka kalau hari ini saya bisa terima sertipikat tanah saya. Untuk biaya yang dikeluarkan pun sangat murah, dengan membayar Rp 200.000,- sesuai dengan SKB 3 Menteri, saya bisa memiliki kepastian hukum atas hak tanah saya,” imbuhnya.

Akhirnya, ia sekarang percaya kepada pemerintah kalau pengurusan pembuatan sertipikat sangatlah mudah dan murah. Dengan begitu, tanah seluas 9.410 meter persegi yang ia miliki sekarang memiliki kepastian hukum dan bisa dijadikan akses ke perbankan. “Sertipikat ini saya buat pertama untuk kepastian hak milik, kemudian kalau ada kebutuhan akan saya gunakan untuk hal yang bermanfaat. Selain itu, saya bercita-cita agar bisa mewariskan tanah ini kepada anak cucu saya,” ujar Supah Ahmadi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.