Sabtu, 28 Mei 22

Meksiko Ekstradisi Gembong Narkoba

Meksiko Ekstradisi Gembong Narkoba
* Joaquin "El Chapo" Guzman telah melarikan diri sebanyak dua kali dari penjara dengan penjagaan ketat. (BBC)

Meksiko – Kejaksaan Agung Meksiko mengatakan akan memulai proses ekstradisi gembong narkoba yang baru ditangkap kembali Joaquin “El Chapo” Guzman ke AS.

Pernyataan itu menyebutkan langkah itu sejalan dengan permintaan ekstradisi yang disampaikan AS dari 2014 lalu.

Jumat lalu, Guzman ditahan dan dikirimkan kembali ke penjara dengan tingkat penjagaan maksimum, yang sempat dihuninya sebelum melarikan diri enam bulan yang lalu. Guzman, yang merupakan salah satu gembong narkoba yang paling dicari di dunia, kabur dari penjara pada Juli lalu melalui sebuah terowongan yang digali di bawah kamar mandi.

Tindakan melarikan diri itu merupakan yang kedua kali – dia pertama kali ditahan di Guatemala pada 1993 dan melarikan diri dari penjara Puente Grande di 2001, dengan bersembunyi di dalam keranjang cucian setelah menyuap petugas.

Dia berada dalam pelarian selama 13 tahun sebelum ditahan kembali pada 2014 lalu. Sebelunnya pemerintah Meksiko menolak permintaan ekstradisi dari AS.

Tidak dijelaskan secara rinci tentang rencana ekstradisi tetapi para ahli menjelaskan prosesnya dapat menghabiskan waktu selama beberapa bulan, seperti laporan wartawan BBC di Kota Meksiko Katy Watso.

Guzman 2

Gembong narkotika Meksiko kembali ditangkap
Aparat Meksiko kembali menangkap gembong narkotika, Joaquin ‘El Chapo’ Guzman, enam bulan setelah dia kabur dari penjara keamanan maksimum.
Melalui media sosial Twitter, Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto mencuit, “Misi rampung: Kami menangkapnya.”

Menurut Nieto, penangkapan Guzman adalah ‘kemenangan melawan impunitas’ sekaligus menunjukkan kepada rakyat Meksiko bahwa negara punya kemampuan untuk menjamin hukum dan peraturan. “Tiada grup yang mustahil untuk dihadapi,” kata Nieto.

Guzman ditangkap usai baku tembak antara anak buahnya dengan marinir Meksiko di Los Mochis, sebuah kota pesisir di Negara Bagian Sinaloa, barat laut Meksiko.
Dalam penyergapan tersebut, sebanyak lima orang ditengarai meninggal dunia.

Pemerintah Amerika Serikat mengucapkan selamat kepada pemerintah Meksiko atas penangkapan Guzman. Dalam pernyataan resmi, Jaksa Agung Loretta Lynch mengatakan Guzman telah menyebabkan ‘kekerasan signifikan, penderitaan, dan korupsi di berbagai benua’.

Meski demikian, Lynch tidak menyebut apapun mengenai kemungkinan Guzman diekstradisi ke AS.

Sososk Guzman sohor di Meksiko, khususnya di Negara Bagian Sinaloa yang merupakan kampung halamannya. (BBC)
Sososk Guzman sohor di Meksiko, khususnya di Negara Bagian Sinaloa yang merupakan kampung halamannya.
(BBC)

Kabur
Guzman dikenal sebagai salah satu gembong terkuat di Meksiko. Kartel yang dia pimpin telah menyelundupkan berbagai jenis narkotika ke AS, termasuk kokain, heroin, dan metamfetamin.

Atas perbuatannya, Guzman telah dua kali dipenjara namun selalu berhasil kabur. Dia pertama kali ditangkap di Guatemala pada 1993 dan melarikan diri dari penjara Puente Grande pada 2001 dengan cara bersembunyi di keranjang cucian dan menyuap petugas.

Setelah itu dia menjadi buron selama 13 tahun dan ditangkap pada 2014. Akan tetapi, dia kembali kabur pada Juli 2015 dengan menggali terowongan sepanjang 1,5 km di dalam kamar mandi penjara Altiplano.

Pencarian besar-besaran kemudian dilakoni pemerintah Meksiko. Bahkan, pemerintah AS menawarkan hadiah sebesar US$5 juta atau Rp69,6 miliar untuk informasi yang berujung pada penangkapannya.

Meski menjadi pemimpin kartel narkotika yang keji, Guzman dipandang sebagian khalayak di kampung halamannya sebagai Robin Hood modern. Di Negara Bagian Sinaloa, dia dikenal sering membantu kaum miskin dan menyediakan keamanan bagi rakyat jelata.

Kekayaan Guzman, yang dijuluki El Chapo atau ‘Si Pendek’, ditaksir mencapai US$1 miliar atau Rp13,9 triliun. (BBC)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.