Jumat, 2 Desember 22

Megawati Tegaskan Keputusan Politik Tak Boleh Hanya Pertimbangkan Aspek Finansial

Megawati Tegaskan Keputusan Politik Tak Boleh Hanya Pertimbangkan Aspek Finansial
* Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi ilmiah saat menerima Gelar Doktor Honoris Causa Bidang Politik dan Pemerintahan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (8/3/2018).

Jatinangor, Obsessionnews.com – Pengambilan keputusan politik hendaklah jangan sampai hanya mempertimbangkan teknis administratif, yang malah membuat jarak dengan rakyat. Misalnya, dengan hanya menghitung untung rugi dari sisi anggaran sesaat.

Hal itu disampaikan Megawati dalam orasi ilmiah saat menerima Gelar Doktor Honoris Causa Bidang Politik dan Pemerintahan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Kamis (8/3/2018).

“Keputusan politik tidak boleh diambil hanya mempertimbangkan aspek finansial kas negara belaka,” tegas Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Megawati mengmbil salah satu contoh. Saat ini ia sedang memperjuangkan nasib para peneliti madya Indonesia. Telah terbit aturan menteri yang mempercepat usia masa pensiun bagi peneliti, dari usia 65 tahun, menjadi 60 tahun. Padahal bangsa ini sangat kekurangan peneliti.

“Dari awal saya telah memberi saran kepada Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, agar membuat kajian pemetaan aparatur negara. Artinya, reformasi birokrasi harus secara tepat memperhitungkan mana aparatus yang harus dipangkas, mana yang harus dipertahankan dan diprioritaskan untuk kepentingan pembangunan,” katanya.

Menurut Megawati, tidak ada salahnya jika aturan tersebut ditinjau kembali. Apalagi saat ini pemerintah sedang berupaya membangun Science Based Policy.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor IPDN, Prof Ermaya Suradinata, menjelaskan pemberian gelar Doktor Honoris Causa dilakukan setelah tim promotor mempelajari dan menilai dengan seksama gagasan, prestasi, jasa yang luar biasa dari Megawati selama menjadi Presiden ke-5 RI.

Setidaknya ada 9 gagasan, prestasi dan jasa Megawati yang menjadi dasar pemberian gelar kehormatan ini. Antara lain mendorong penataan pemerintahan yang baik melalui dukungan terhadap amandemen konstitusi UUD 1945 dan menggagas perlunya koridor desentralisasi dalam bentuk grand design otonomi daerah.

“Dalam forum berwibawa ini, tim promotor mempunyai alasan yang kuat untuk meganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Politik dan Pemerintahan kepada Ibu Hj. Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri,” papar Prof Ermaya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.