Selasa, 24 September 19

Megawati Sang Superstar

Megawati Sang Superstar
* Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. (Foto: Twitter @PDI_Perjuangan)

Soeharto Tumbang, Orba Bubar

Pada pertengahan 1997 Indonesia dilanda krisis moneter yang berlanjut ke krisis ekonomi. Mahasiswa turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi agar pemerintah secepatnya mengatasi krisis ekonomi.

Pasca Soeharto dilantik menjadi Presiden untuk keenam kalinya di SU MPR pada Maret 1998, isu yang dilontarkan mahasiswa dalam unjuk rasa bergeser menjadi tuntutan reformasi bidang ekonomi, politik, dan hukum.

Unjuk rasa semakin membesar ketika beberapa mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta, tewas tertembak di kampusnya oleh aparat keamanan pada 12 Mei 1998. Selain itu puluhan mahasiswa lainnya terluka. Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie.

Pasca tragedi Trisakti tersebut aksi demonstrasi besar-besaran terjadi di seluruh Indonesia, menuntut Soeharto mundur.

Pada Kamis, 21 Mei 1998 Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya akibat desakan reformasi yang dipelopori oleh mahasiswa.    Kemudian Wakil Presiden BJ Habibie naik kelas menjadi Presiden.

Tumbangnya Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun itu menandai bubarnya Orba. Indonesia memasuki babak baru: era reformasi.  Habibie membuat sejumlah reformasi di bidang politik, antara lain ABRI dan PNS harus netral. Ini artinya ABRI dan PNS tidak wajib lagi mendukung Golkar. Terobosan lain yang dilakukan Habibie adalah mengizinkan berdirinya parpol-parpol baru.

Di era reformasi  Megawati mendeklarasikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dan ia menjadi ketua umumnya pada 1999. Megawati berhasil mengantarkan PDI-P memenangkan Pemilu 1999 yang merupakan pemilu pertama di era reformasi. Pada Pemilu 1999 tersebut PDI-P memperoleh 153 kursi DPR, diikuti Golkar yang meraih 120 kursi.

Dalam Sidang Umum MPR tahun 1999 Megawati terpilih menjadi Wakil Presiden, sedangkan yang menjadi Presiden adalah KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Selanjutnya Megawati naik kelas menjadi Presiden pada tahun 2001, menggantikan Gus Dur yang diberhentikan oleh MPR.

Pada Pemilu 2004 perolehan suara PDI-P merosot dan harus puas duduk di peringkat kedua setelah Golkar. PDI-P mendapat 109 kursi DPR, sedangkan Golkar memperoleh 128 kursi.

Perolehan suara PDI-P kembali melorot pada Pemilu 2009. PDI-P berada di urutan ketiga setelah Partai Demokrat dan Golkar. Partai Demokrat meraih 150 kursi DPR, Golkar (107), dan PDI-P (95).

Pada Pemilu 2014 barulah PDI-P bangkit kembali dan menjadi pemenang dengan memperoleh 109 kursi DPR, diikuti Golkar yang mendapat 91 kursi.

Pada Pilpres 2014 PDI-P mengusung seorang kadernya, Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden yang berpasangan dengan tokoh Golkar Jusuf Kalla (JK). Duet Jokowi-JK berhasil mengalahkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Jokowi-JK menjadi Presiden dan Wapres periode 2014-2019.

Megawati kembali sukses mengantarkan PDI-P menjadi pemenang Pemilu 2019 dengan meraih 128 kursi DPR, diikuti Golkar (85), dan Gerindra (78).

Selain itu juga sukses mengantarkan kembali Jokowi sebagai Presiden periode 2019-2024. Pada Pilpres 2019 Jokowi yang menggandeng ulama karismatik KH Ma’ruf Amin mengalahkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (arh)

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.